Ferdinand Sarankan Stones Pilih MU Ketimbang Chelsea

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Arsenal Mesut Ozil memperebutkan bola dengan pesepak bola Everton John Stones dan James McCarthy, dalam pertandingan perempatfinal Piala FA, di Stadion Emirates, London, Inggris, Sabtu (8/3). AP/Bogdan Maran

    Pesepak bola Arsenal Mesut Ozil memperebutkan bola dengan pesepak bola Everton John Stones dan James McCarthy, dalam pertandingan perempatfinal Piala FA, di Stadion Emirates, London, Inggris, Sabtu (8/3). AP/Bogdan Maran

    TEMPO.COLondon - Mantan bek andalan Manchester United, Rio Ferdinand, berpendapat bahwa bek Everton, John Stones, sebaiknya memilih bergabung dengan Manchester United ketimbang Chelsea kalau dia mau lebih sering bermain.

    Juara Liga Inggris, Chelsea, telah menutup pintunya untuk pemain 21 tahun ini dan memberinya kesempatan bermain di klub lain, termasuk United. Demikian disampaikan media massa Inggris.

    "Kalau dia bergabung dengan Manchester United, dia bermain tiap minggu karena Manchester United adalah klub yang pas buat dia," kata Ferdinand, mantan kapten tim Inggris. “Kalau dia bergabung dengan Chelsea, dia enggak bakal tampil tiap pekan. Dia dalam masa pengembangan dan ingin bermain tiap pekan.”

    Menurut Ferdinand, hanya orang gila yang menyarankan pemain muda pindah ke tempat di mana dia hanya akan duduk di bangku cadangan. Ferdinand yakin bekas klubnya itu perlu memperkuat lini pertahanannya.

    “Saya pikir (pelatih Louis van Gaal) tahu pertahanannya lemah, di situlah masalahnya," kata Ferdinand, 36 tahun, yang pensiun akhir musim kompetisi lalu. “Masalah lainnya, mengapa ia tidak tahu ini? Sebab, ia tidak memiliki peluang melihat kemampuan semua pemain dalam waktu yang lama, setidaknya secara konsisten 12-15 pertandingan. Kalau Anda tidak familier sebagai bek, akan sulit membangun fondasi tim yang kuat.

    REUTERS | AGUS BAHARUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.