Bilbao Rebut Piala Super Spanyol, Barcelona Dibuat Kewalahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Athletic Bilbao mengangkat trofi setelah menang agregat atas Barcelona pada leg kedua Piala Super Spanyol di stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol, 18 Agustus 2015. Barcelona hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Athletic Bilbao. Los Leones memastikan diri menjadi raja Spanyol setelah menang dengan agregat akhir 1-5. REUTERS/Albert Gea

    Pemain Athletic Bilbao mengangkat trofi setelah menang agregat atas Barcelona pada leg kedua Piala Super Spanyol di stadion Camp Nou, Barcelona, Spanyol, 18 Agustus 2015. Barcelona hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Athletic Bilbao. Los Leones memastikan diri menjadi raja Spanyol setelah menang dengan agregat akhir 1-5. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Barcelona - Athletic Bilbao, satu di antara sedikit klub yang masih mengandalkan nasionalisme lokal, akhirnya benar-benar meruntuhkan keperkasaan Barcelona.

    Setelah menang 4-0 dalam pertemuan pertama di kandang dari klub yang berdomisili di wilayah Basque ini, Bilbao berhasil memenangi perebutan trofi Piala Super Spanyol untuk pertama kali dalam 31 tahun setelah mengimbangi Barca 1-1 pada pertemuan kedua di Camp Nou, Senin, 17 Agustus 2015.

    Lionel Messi mencetak satu-satunya gol buat klub raksasa berjulukan Blaugarana ini pada babak pertama. Juara Liga Champions Eropa 2015 ini menguasai pertandingan dengan unggul dalam penguasan bola atau possession 69 persen, menciptakan 17 kali peluang mencetak gol, dan 10 tembakan mengarah tepat ke sasaran.

    Tapi bek Barcelona, Gerard Pique, diusir keluar dari lapangan oleh wasit setelah jeda babak pertama dan Aritz Aduriz kemudian menyamakan kedudukan untuk Bilbao. Tim tamu di Camp Nou ini kemudian juga kehilangan satu pemain setelah Kike Sola dikeluarkan wasit. Namun, saat itu, perayaan kemenangan buat Bilbao sudah dimulai.

    Sekali dalam beberapa kali kesempatan, Lionel Messi dan Luis Suarez menghasilkan kombinasi yang efektif yang menghasilkan satu gol. Tapi tidak banyak kesempatan yang bisa diperoleh Messi dan kawan-kawan di tengah ketatnya pertahanan Bilbao yang lahir dari kedisiplinan menerapkan pertahanan perorangan dan daerah.

    Pelatih Barcelona, Luis Enrique, mengandalkan trio Lionel Messi, Luis Suarez, dan Pedro Rodriguez--yang terus diisukan akan pindah ke Manchester United--untuk memimpin serangan ke daerah Bilbao.

    Namun pelatih Bilbao, Ernesto Valverde, menginstuksikan para pemainnya, yang memenenangi Piala Raja Spanyol atau Copa Del Rey musim lalu, tidak memberi kompromi sedikit pun terhadap pergerakan para pemain juara bertahan La Liga Spanyol ini, terutama pada bintangnya. Setiap kali Messi mendapat bola, sedikitnya dua pemain Bilbao langsung menekan bintang dari Argentina itu. Bilbao sukses “mematikan” Messi, yang membuat Suarez tak bisa berbuat banyak di depan gawang Bilbao. Demikian juga Pedro.

    BBC | ESPN SOCCERNET | HARI PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.