Inilah Saat-saat Terakhir Pelatih Suharno Sebelum Meninggal

Reporter

(ki-ka) Manager Arema Cronous, Rudi Widodo, Pelatih Baru Arema Cronous, Suharno dan Asisten pelatih, Joko Susilo berfoto bersama saat jumpa pers di kantor Arema, Malang, Jawa Timur, (26/11). Suharno Resmi menjadi pelatih Arema Cronous menggantikan Rahmat Darmawan. TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Malang - Kabar meninggalnya pelatih Arema Cronus, Suharno, Rabu malam, 19 Agustus 2015, mengagetkan pencinta sepak bola di Malang dan Tanah Air. Pasalnya, Suharno yang humoris dikenal tak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya selama melatih Arema Cronus. Tak terlihat tanda-tanda sakit pada pelatih kelahiran Klaten ini.

Namun gelagat buruk kesehatan Suharno tampak sebelum laga persahabatan Arema melawan Persib Bandung dihelat di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa malam, 11 Agustus 2015. Saat itu Suharno sempat menelepon Manajer Umum Arema Cronus Ruddy Widodo. “Beliau bilang mual dan muntah,” ujar Ruddy Widodo.

Saat itu Suharno dalam perjalanan dari rumahnya di Sengkaling Regency, Malang, menuju mes Arema di Jalan Kesemek, Kota Malang. Biasanya Suharno memang berangkat ke Stadion Kanjuruhan bersama tim pelatih dan pemain dari mes yang baru ditempati Juni lalu itu.

Ruddy pun membujuknya agar tak ikut datang ke stadion supaya bisa beristirahat. Namun rupanya Suharno tetap berkeras ikut. Suharno tetap mendampingi timnya, meski terlambat menyaksikan pertandingan yang digelar untuk merayakan ulang tahun Arema ke-28 tersebut. Arema menang 1-0.

Ruddy menceritakan kebersamaannya dengan Suharno sebelum dia meninggal. Ia masih bercanda dengan para asisten pelatih dan pemain saat berlatih di Stadion Kanjuruhan, Rabu. Sekitar pukul 17.15, Suharno mengajak Ruddy bersama para asisten pelatih dan ofisial tim makan di sebuah warung di timur stadion.

“Saat di warung, Pak Harno pesan makanan sayur pedas sedikit. Dia memesan dua minuman, jeruk nipis, lalu pesan minuman teh tawar,” kata I Made Pasek Wijaya, salah satu asisten pelatih.

Sambil makan, mereka sempat membahas pertandingan Piala Presiden yang akan digelar 30 Agustus dan pembatalan Piala Proklamasi. Sehabis makan, Suharno semobil dengan Ruddy, Made Pasek, dan Alan Haviluddin (asisten pelatih) pulang menuju Kota Malang. Saat melintas di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Kepanjen, Suharno meminta Alan menggantikan dirinya menyetir mobil. Namun Ruddy yang berinisiatif mengambil alih kemudi.

Suharno—dikenal dengan sapaan Once—mengeluh sakit perut sehabis makan pedas. Baru jalan beberapa meter, Suharno batuk-batuk dan merasakan sesak napas. Atas permintaan Suharno, Ruddy menghentikan mobil di Jalan Karangpandan, Kecamatan Pakisaji. Saat itu Suharno muntah di tepi jalan. Ruddy pun berencana membawa Suharno ke Rumah Sakit Tentara Soepraoen di Kota Malang.

Sesampai di depan SPBU Genengang, Pakisaji, Suharno meminta mobil dihentikan lantaran ia ingin muntah lagi. Karena kondisi Suharno makin buruk, Ruddy memutar balik kendaraan dan membawa Suharno ke Instalasi Gawat Darurat Puskesmas Pakisaji. Selama di dalam mobil, Suharno menyebut nama Allah SWT berulang kali dan sempat mengatakan sulit bernapas.

Suharno cepat mendapat penanganan medis di IGD Puskesmas Pakisaji. Ia diberi bantuan oksigen saat mulutnya sudah berbusa. Namun Tuhan berkehendak lain. Sekitar pukul 19.40, Suharno meninggal. Menurut petugas Puskesmas, Suharno mengalami serangan jantung. “Selama ini beliau baik-baik saja, kecuali sebelum lawan Persib itu. Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau,” tutur Ruddy.

ABDI PURNOMO






Tangmo Nida Diduga Tewas karena Kecelakaan, Polisi Thailand Periksa Rekannya

7 Maret 2022

Tangmo Nida Diduga Tewas karena Kecelakaan, Polisi Thailand Periksa Rekannya

Pemeriksaan terhadap lima rekan Tangmo Nida telah dilakukan oleh pihak kepolisian Thailand, termasuk manajer.


Sedang Swafoto di Gedung Kosong, Pemuda di Sunter Tewas karena Terjatuh

24 Januari 2022

Sedang Swafoto di Gedung Kosong, Pemuda di Sunter Tewas karena Terjatuh

Seorang pemuda ditemukan tewas di gedung kosong yang ada di daerah Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.


BPBD DKI Catat 5 Orang Meninggal Akibat Banjir Jakarta

21 Februari 2021

BPBD DKI Catat 5 Orang Meninggal Akibat Banjir Jakarta

JAKARTA- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mengatakan pihaknya mencatat ada 5 korban jiwa dari peristiwa banjir yang menggenangi Jakarta pada Sabtu, 20 Februari 2021. Korban, kata dia terdiri dari lansia dan anak-anak. "Korban merupakan lansia 67 tahun berjenis kelamin laki-laki yang terkunci di dalam rumah, di Jatipadang, Jakarta Selatan. Selain itu 4 anak-anak, terdiri dari 3 anak laki- laki di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat yang hanyut terseret arus banjir saat sedang bermain, dan 1 anak perempuan usia 7 tahun yang tenggelam di Jakarta Barat," kata dia dalam keterangan tertulisnya.


Polisi Telisik Kematian WN Jepang Saat Isolasi Mandiri di Apartemen

9 Februari 2021

Polisi Telisik Kematian WN Jepang Saat Isolasi Mandiri di Apartemen

Polisi masih mendalami temuan warga negara Jepang yang meninggal di apartemen kawasan Sawah Besar saat isolasi mandiri karena positif Covid-19.


Mengenang 4 Fakta Ennio Morricone, Komposer Lawas yang Wafat

7 Juli 2020

Mengenang 4 Fakta Ennio Morricone, Komposer Lawas yang Wafat

Ennio Morricone meninggal dunia pada Senin, 6 Juli 2020. Simak 4 fakta tentangnya.


Bayi Kembar Irish Bella Meninggal, Berbagai Risiko Hamil Kembar

7 Oktober 2019

Bayi Kembar Irish Bella Meninggal, Berbagai Risiko Hamil Kembar

Kabar duka tengah meliputi pasangan Ammar Zoni dan Irish Bella. Bayi kembar mereka meninggal dalam kandungan. Intip beberapa risiko hamil kembar.


Bali United Vs Arema FC Akhir Pekan: Makan Konate Bidik Poin

21 Agustus 2019

Bali United Vs Arema FC Akhir Pekan: Makan Konate Bidik Poin

Bintang Arema FC asal Mali, Makan Konate, bertekad membawa timnya meraih poin dalam laga di kandang Bali United akhir pekan ini.


Pemain Papua di Arema FC: Sejarah dan Cinta yang Tak Pernah Putus

21 Agustus 2019

Pemain Papua di Arema FC: Sejarah dan Cinta yang Tak Pernah Putus

Arema FC yang didirikan pada era Galatama bermaterikan sejumlah pemain Papua dan tradisi itu dipertahankan sampai Liga 1 2019.


Hasil Liga 1: Arema FC Vs Barito Putera 2-1, Persipura Seri

19 Agustus 2019

Hasil Liga 1: Arema FC Vs Barito Putera 2-1, Persipura Seri

Hasil Liga 1 Senin: Arema FC Vs Barito Putera 2-1, Borneo FC Vs Persipura 1-1.


Liga 1: Bejo Sugiantoro Desak Persebaya Cari Pelatih Baru

16 Agustus 2019

Liga 1: Bejo Sugiantoro Desak Persebaya Cari Pelatih Baru

Bejo Sugiantoro, meminta manajemen Persebaya mendatangkan pelatih baru agar bisa evaluasi pemain yang bisa dipertahankan di putaran kedua Liga 1.