Suharno, Pelatih Arema Cronus, Dimakamkan di Blitar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Baru Arema Cronous, Suharno memberikan keterangan saat jumpa pers di kantor Arema, Malang, Jawa Timur, (26/11). Suharno Resmi menjadi pelatih Arema Cronous selama 1 musim menggantikan pelatih sebelumnya Rahmat Darmawan. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pelatih Baru Arema Cronous, Suharno memberikan keterangan saat jumpa pers di kantor Arema, Malang, Jawa Timur, (26/11). Suharno Resmi menjadi pelatih Arema Cronous selama 1 musim menggantikan pelatih sebelumnya Rahmat Darmawan. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Arema Cronus, Suharno, yang meninggal di Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang, akibat serangan jantung, Rabu  19 Agustus 2015  malam, akan dikebumikan di Blitar, tempat asal istri almarhum, Kamis hari ini, 20 Agustus 2015.

    Begitu mendengar meninggalnya Suharno, banyak Aremania (suporter Arema) yang langsung berdatangan di kediamannya di kawasan Villa Sengkaling, namun kondisi rumahnya kosong. Ternyata jenazah Suharno diberangkatkan langsung dari Puskesmas Pakisaji pada malam itu juga ke Blitar.

    "Beliau meninggal akibat serangan jantung di Puskesmas Pakisaji. Sebelumnya beliau juga tidak mengeluh apa-apa. Selasa malam (18/8) kami pulang bersama-sama dari Stadion Kanjuruhan setelah menjalani latihan, namun di tengah perjalanan almarhum bilang mual-mual, kemudian kemudi saya ambil alih," ujar General Manager Arema Ruddy Widodo.

    Lebih lanjut, Ruddy mengatakan Suharno tidak mengeluh apa-apa selama memimpin latihan sore hari. Ia baru mengeluh ketika mereka pulang bersama setelah makan di rumah makan Warung Nayamul dekat stadion Kanjuruhan.

    Setelah makan, lanjutnya, Suharno bersama ketiga rekannya melanjutkan perjalanan kembali ke kota Malang. Di tengah jalan atau di sekitar Pasar Gadang tiba-tiba Suharno menepikan mobil dan melepas topi yang selalu dipakai. "Beliau bilang mual, masuk angin sehabis makan sayur nangka," ujar Ruddy.

    Ruddy yang duduk disamping Suharno lalu mengambil alih kemudi. Di daerah Pakis, Suharno kembali minta menepi dan saat mobil berhenti Suharno muntah-muntah. Sambil diberi perawatan di dalam mobil Ruddy melarikan mobil sambil mencari RS terdekat sampai akhirnya dibelokkan ke praktik dokter.

    Sementara itu ratusan Aremania dan warga (Rabu, 19/8) malam melepas keberangkatan arsitek Arema, Suharno dari Puskesmas Pakisaji menuju Blitar. Sesuai rencana jenazah Suharno dikebumikan sekitar pukul 09.00 WIB.

    Sebelum berpulang, Suharno masih sempat melakukan wawancara dengan awak media setelah menjalani sesi latihan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen Rabu (19/8) sore. Dalam wawancara itu, Suharno mengaku senang dan bahagia karena seluruh pemain Arema bisa hadir (komplet), padahal biasanya selalu saja ada pemain yang tidak hadir dengan berbagai alasan.

    "Hari ini semua pemain sudah datang, komplet, kecuali si Otong (Kurnia Meiga). Program latihan akan berjalan baik ketika semua pemain sudah bergabung bersama dalam latihan, sebab pelatih bisa menjalankan konsep latihan fisik dan teknik secara terukur. Kalau komplet seperti ini saya senang, para pemain juga senang, latihan jadi bersemangat," ujar Suharno kala itu.

    Selama menangani tim berjuluk Singo Edan itu, Suharno mampu menjadikan Arema sebagai tim terbaik selama pramusim. Selain juara Piala Gubernur, Arema juga menjadi juara trofeo Persija Jakarta, Inter Island Cup (IIC), dan yang baru saja disandang adalah gelar juara Sunrise of Java Cup (SoJC) yang digelar di Banyuwangi belum lama ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?