Terlalu Banyak Latihan, Pemain Sriwijaya Rentan Cedera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Sriwijaya FC saat latihan ujicoba lapangan di Stadion Andi Matalatta, Makassar, 10 April 2015.  Sriwijaya FC akan menghadapi tuan rumah PSM Makassar pada laga lanjutan Liga QNB di Makassar, Sabtu esok. TEMPO/Fahmi Ali

    Pemain Sriwijaya FC saat latihan ujicoba lapangan di Stadion Andi Matalatta, Makassar, 10 April 2015. Sriwijaya FC akan menghadapi tuan rumah PSM Makassar pada laga lanjutan Liga QNB di Makassar, Sabtu esok. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Palembang - Jadwal latihan padat yang harus dijalani pemain Sriwijaya FC berpotensi menimbulkan cedera. Anggota tim medis Sriwijaya FC, Victor Andrianto, mengatakan latihan padat yang dijalani pemain dan waktu recovery yang kurang setelah latihan sangat rentan mencederai bagian kaki dan anggota tubuh. "Pemain biasanya cedera pada bagian tungkai kaki dalam," ujarnya, Minggu, 23 Agustus 2015.

    Victor menyadari pemain terpaksa berlatih dengan jadwal padat karena waktu persiapan menghadapi Piala Presiden yang akan bergulir mulai 30 Agustus 2015, mepet. Untuk itu pemain harus pandai mengatur waktu istirahat setelah latihan. Bagian paling sering terkena cedera, yaitu paha dan betis atau otot mayor. Agar pemain dapat berlaga maksimal tanpa dihantui cedera hamstring, pemain harus menjaga pola makan dan istirahat cukup.

    Ia juga menambahkan, idealnya para pemain wajib diberi waktu istirahat cukup seusai menjalani jadwal latihan penuh. Tujuannya untuk mengembalikan stamina yang terkuras selama latihan. Namun, pemain Sriwijaya tidak mendapatkannya karena mereka harus melakukan uji tanding yang kemudian dilanjutkan berangkat ke Malang untuk meladeni PSGS Ciamis. "Yang penting juga bagi pemain itu untuk perbanyak pemanasan."

    Walaupun demikian, Victor tetap optimistis kondisi pemainnya akan tetap bagus. Dari hasil evaluasi, menurut dia, kondisi kesehatan pemain masih tetap prima. "Sejauh ini belum ada yang mengeluh," kata dia.

    Pelatih Benny Dollo memang memberikan porsi latihan penuh selama sisa waktu menjelang turnamen. Dalam sepekan ini, ia memimpin latihan dua kali sehari, pagi dan sore. "Kami maksimalkan waktu terbatas ini dengan latihan penuh," ujarnya.

    Bendol, biasa mantan pelatih timnas Indonesia itu disapa, merasa khawatir kemampuan pemainnya kurang tajam akibat lama vakum dari kegiatan latihan dan pertandingan. Untuk itulah dia sengaja meningkatkan intensitas latihan karena tidak ingin fisik pemain asuhannya loyo saat bertanding nanti.

    PARLIZA HENDRAWAN

    Berita Menarik Lainnya
    Tuhan dan Keluarganya Sempat Ketakutan Diburu Wartawan
    Heboh Rumah Tak Mempan Dirobohkan, Ahok: Saya Ada Mantra
    Sengit, Giliran Ahok Tantang Rizal: Bongkar Saja Rumah Saya!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.