Manchester City Paling Sukses di Awal Musim, Apa Rahasianya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain City, Vincent Kompany (kiri), berselebrasi dengan rekannya, David Silva, usai menjebol gawang Chelsea dalam pertandingan Liga Primer Inggris  di stadion Etihad, Manchester, 16 Agustus 2015. AP/Rui Vieira

    Pemain City, Vincent Kompany (kiri), berselebrasi dengan rekannya, David Silva, usai menjebol gawang Chelsea dalam pertandingan Liga Primer Inggris di stadion Etihad, Manchester, 16 Agustus 2015. AP/Rui Vieira

    TEMPO.CO, Jakarta - Manchester City sukses mencatat tiga kemenangan beruntun dalam tiga laga pertama mereka di Liga Primer Inggris. Kolektivitas menjadi kunci kesuksesan mereka.

    "Kami telah memiliki skuad yang cukup bagus dan saya berharap kami bisa menjaga momentum ini," kata Pelatih Manchester City, Manuel Pellegrini, seperti dikutip dari Express, Senin 24 Agustus 2015.

    The Citizens --julukan Manchester City-- meraih kemenangan pertama mereka saat membungkam West Bromwich Albion dengan skor 3-0 pada laga kick off Liga Premier, 8 Agustus lalu.

    Sepekan kemudian, giliran juara bertahan Chelsea yang menjadi korban. Seperti West Bromwich, Chelsea pun dicukur dengan skor 3-0. Dan Everton menjadi korban ketiga saat ditekuk 0-2, Senin dinihari.

    Dengan tiga kemenangan ini, Manchester City berarti telah mengantongi sembilan kemenangan beruntun. Sebab, pada musim lalu, City tak terkalahkan dalam enam laga terakhir mereka musim 2014/2015.

    Terakhir kali Manchester City menorehkan rekor sembilan kali kemenangan secara beruntun pada 1912 atau lebih dari seabad silam!

    Lebih hebat lagi, dalam tiga kemenangan musim ini, Manchester City sukses mengoleksi 8 gol. Itu artinya mereka mencetak 2,6 gol dalam setiap laga. Kedahsyatan ini, menurut Pellegrini, karena mereka bermain lebih kolektif.

    Ini bisa dilihat dari para pencetak gol mereka. Dari total delapan gol, enam di antaranya dicetak oleh enam pemain berbeda, yakni David Silva, Yaya Toure, Sergio Aguero, Fernandiho, Kolarov, dan Nasri. Masing-masing mencetak satu gol. Dua gol sisanya diborong Vincent Kompany.

    Catatan ini mengindikasikan Pellegrini setidaknya telah berhasil menemukan keseimbangan antara lini di tubuh timnya. Karena itulah, barangkali, Pellegrini tak berminat mendatangkan pemain baru lagi.

    BBC | EXPRESS | DWI AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.