Piala Presiden 2015, 2 Pemain Asing Persiba Terganjal Izin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persiba Balikpapan. Tempo/Sri Wibisono

    Pemain Persiba Balikpapan. Tempo/Sri Wibisono

    TEMPO.CO, Balikpapan - Dua pemain asing Persiba Balikpapan, Amadou Gakou (Mali) dan Dembele Siaka (Pantai Gading), gagal bermain dalam turnamen Piala Presiden 2015 pada 30 Agustus nanti. Keduanya dikabarkan belum mengantongi kartu izin tinggal terbatas (KITAS) yang diterbitkan Imigrasi.

    “Kedua pemain asing Persiba tidak bisa bermain,” kata pelatih Persiba, Eduard Tjong, Rabu, 26 Agustus 2015.

    Penyelenggara turnamen, kata Eduard, mengeluarkan aturan mendadak bahwa para pemain asing harus mengantongi KITAS saat ikut turnamen Piala Presiden. Ketentuan baru ini yang belum diantisipasi masing-masing tim, salah satunya Persiba yang dijuluki klub Beruang Madu.

    Menurut Eduard, Persiba sudah terlanjur mengontrak pemain tanpa mempertimbangkan kepemilikan KITAS. “Kalau mengurus KITAS saat sekarang sudah tidak sempat lagi waktunya,” kata Eduard.

    Eduard berpendapat KITAS tidak wajib hukumnya dimiliki pemain asing yang ikut dalam turnamen seperti ini. Menurut dia, Piala Presiden bukanlah turnamen resmi yang tercatat dalam agenda rutin FIFA.

    “Harusnya kan minimal enam bulan atau satu tahun kalau mau bikin aturan begitu. Ini cuma tiga pertandingan,” paparnya.

    Persiba masih berharap dua pemain asingnya ini bisa ikut berangkat dalam turnamen di Balikpapan ini. Keduanya menempati posisi sentral dalam susunan tim inti di lini depan dan gelandang pertahanan.

    Menurut Eduard, pengurus Persiba sedang mengkonfirmasikan aturan ini pada pihak panitia Piala Presiden 2015. “Kami tunggu dua sampe tiga hari, siapa tahu ada kebijakan (yang memperlonggar),” ungkapnya.

    Akibat kebijakan tersebut, Eduard menjelaskan dua pemain asing Persiba kemungkinan dipulangkan kembali sebelum Piala Presiden 2015 bergulir. Eduard mengaku tidak bisa berbuat banyak guna mengupayakan agar keduanya bisa bermain.

    Persiba terpaksa mempersiapkan pemain lokal guna menambal sektor yang ditinggalkan keduanya. Ada sejumlah nama bisa menjadi alternatif seperti Solehuddin dan Ledi Utomo.

    S.G. WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.