PSSI: BOPI Jangan Bikin Gaduh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti (tengah) Wakil Hinca Panjaitan (kiri) dan Tony Apriliani (kanan) saat menemui Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 20 April 2015. Dalam pertemuan tersebut, Pengurus baru PSSI melaporkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti (tengah) Wakil Hinca Panjaitan (kiri) dan Tony Apriliani (kanan) saat menemui Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 20 April 2015. Dalam pertemuan tersebut, Pengurus baru PSSI melaporkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengingatkan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) agar tidak membuat kegaduhan yang tidak perlu di dunia sepak bola Indonesia, khususnya terhadap persiapan turnamen Piala Presiden yang akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Bali, Ahad, 30 Agustus nanti.

    "Semua elemen bangsa harus bahu-membahu di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik saat ini. Pemerintah membutuhkan situasi yang kondusif untuk percepatan pembangunan dan perbaikan ekonomi. Justru jangan ada kementerian yang membuat kebijakan disinsentif kepada masyarakat, yang pada akhirnya menimbulkan gejolak sosial dan pelambatan pertumbuhan ekonomi,” ujar La Nyalla di situs resmi PSSI, Rabu, 26 Agustus 2015.

    Menurut La Nyalla, industri sepak bola sudah tercatat memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui belanja yang dikeluarkan klub dan para pelaku yang terlibat di dalamnya dan hendaknya jangan dihambat-hambat dengan persoalan yang tidak perlu. La Nyalla menambahkan, Piala Presiden harus dijalankan sesuai standar dan peraturan sepak bola agar berkualitas dan mendapat dukungan sponsor dan dapat dinikmati penonton. Oleh karena itu, kata dia, PSSI mendukung dengan menyiapkan perangkat pertandingan terbaik dari Indonesia Super League.

    “Makanya saya ingatkan BOPI jangan membuat pernyataan yang membuat kegaduhan. Jangan sedikit-sedikit bawa nama negara. BOPI bukan alat negara--hanya badan yang dibentuk Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) dengan landasan kerja Peraturan Menteri," ujar La Nyalla. "Karena kalau BOPI mengancam-ancam dengan bahasa kekuasaan, ingat Anda justru yang menciptakan kegaduhan dan menciptakan situasi yang tidak menguntungkan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo.”

    Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretaris BOPI Heru Nugroho mengancam akan melakukan memasukan Mahaka Sport ke dalam daftar hitam bila di turnamen Piala Presiden ada atribut dan keterlibatan PSSI. "Padahal seperti diketahui, semua peserta Piala Presiden adalah klub anggota PSSI. Bahkan demi kualitas turnamen tersebut, Mahaka meminta PSSI untuk menyiapkan perangkat pertandingan terbaik untuk menjalankan laga yang akan digelar serentak di empat kota tersebut," bunyi tulisan di situs PSSI itu.

    PSSI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?