Membanggakan, Anak Indonesia Bersinar di Sekolah Bola MU  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak berebut bola saat bermain sepak bola. Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke 70, sejumlah anak-anak mengadakan kompetisi pertandingan sepak bola. Jakarta, 15 Agustus 2015. Tempo/Fajar Januarta

    Sejumlah anak-anak berebut bola saat bermain sepak bola. Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke 70, sejumlah anak-anak mengadakan kompetisi pertandingan sepak bola. Jakarta, 15 Agustus 2015. Tempo/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta -Sebanyak tujuh anak Indonesia bercerita usai mengikuti pelatihan sepakbola selama 10 hari di Manchester United Soccer School di Inggris yang merupakan bagian program CSR dari PT Multistrada Arah Sarana TBK.

    I Kadek Dwi, Pamungkas Budi, Ayub Abdul, Ahmad Wahyudi, Jero Pratama dan Robert Yawan Bedes sukses menjalani masa pelatihan di MU. 

    Ketujuh anak ini mendapat ilmu yang berharga dengan porsi latihan 60 persen di lapangan dan 40 persen di kelas instruktur.

    Bakat-bakat pemain muda Indonesia ini bahkan membuat bangga dengan berhasil menyabet sejumlah penghargaan menyisihkan beberapa peserta dari negara lain.

    Pamungkas Budi dinobatkan sebagai defender terbaik, Jero Pratama pemain terbaik dan Ahmad Wahyudi Warabessy yang berasal dari Alor, NTB, jadi pemain paling eksplosif.

    "Saya tidak menyangka karena posisi saya aslinya gelandang, tapi karena stok gelandang sudah penuh saya digeser ke belakang. Kaget juga saat di dipanggil oleh pelatih ke depan kelas dan dinobatkan sebagai defender terbaik," ujar Pamungkas di kantor Achilles, Rabu (26/8/2015).

    Pieter Tanuri selaku Presiden Direktur dari PT Multistrada Arah Sarana TBK menyatakan akan terus mendukungan perkembangan sepakbola nasional dengan mengirim anak-anak terbaik Indonesia berlatih di klub sepakbola luar negeri.

    "Kami sangat peduli dan akan terus berperan untuk meningkatkan perkembangan olahraga nasional," ujar Pieter.

    "Melalui program ini kami ingin memberikan kesempatan bagi anak-anak yang tidak mampu tapi memiliki talenta di bidang sepakbola untuk meraih mimpinya," tandas pria berkacamata ini.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.