Hari Ini, Jokowi Akan Buka Turnamen Piala Presiden  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih klub Bali United Indra Sjafrie (kiri), pelatih klub Persija Jakarta Rahmad Darmawan (tengah) dan pelatih klub Mitra Kukar Jafri Sastra  (kanan) memberikan keterangan saat jumpa pers jelang turnamen sepak bola Piala Presiden 2015 di Kuta, Bali, 29 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo)

    Pelatih klub Bali United Indra Sjafrie (kiri), pelatih klub Persija Jakarta Rahmad Darmawan (tengah) dan pelatih klub Mitra Kukar Jafri Sastra (kanan) memberikan keterangan saat jumpa pers jelang turnamen sepak bola Piala Presiden 2015 di Kuta, Bali, 29 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen sepak bola Piala Presiden akan dibuka Presiden Joko Widodo, di Bali, Minggu sore, 30 Agustus 2015. Pertandingan pertama akan mempertemukan tuan rumah Bali United Pusam melawan Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

    "Kami sudah mengonfirmasi Bapak Presiden menyatakan bersedia membuka turnamen ini," kata Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden, Maruarar Sirait di Denpasar, Bali, Sabtu.

    Turnamen yang digagas Mahaka Sports and Entertainment belangsung 30 Agustus-18 Oktober dan dibagi dalam empat grup, Grup A di Bandung yakni Persib, Persebaya (United), Persiba dan Martapura FC. Grup B di Malang yakni Arema Cronus, Sriwijaya FC, Persela dan PSGC Ciamis. Grup C di Bali yakni Bali United, Persija Jakarta, Persita Tangerang dan Mitra Kukar. Grup D di Makassar yakni PSM, PBR, Persegres dan Pusamanian Borneo.

    Dalam siaran persnya, Maruarar mengharapkan, agar semua pihak menyambut turnamen sepakbola dan pertandingan ini diharapkan juga menjadi momentum perbaikan olahraga sepakbola Indonesia.

    Terkait pertandingan ini, sambung Maruarar, Presiden Joko Widodo berpesan agar dilakukan secara transparan, terbuka serta berkomunikasi dengan semua pihak. Presiden juga berpesan agar olahraga ini benar-benar bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan.

    Atas pesan Presiden, pihak SC dan OC pun langsung bergerak. Misalnya menandatangani kerjasama dengan Price Waterhouse Coopers (PWC), yang merupakan salah satu kantor jasa professional audit terbesar dan terpercaya. Dengan demikian, pertandingan ini diaduit secara profesional.

    Selain itu, sambung Maruarar, pihaknya juga sudah bersilaturrahmi dan berkomunikasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), PSSI dan tokoh-tokoh yang selama ini konsen dengan sepakbola dan sudah berkomunikasi dengan Panglima TNI dan Kapolri terkait dengan keamanan.

    Menurut Maruarar, pertandingan ini bisa menjadi jalan alternatif dan solutif atas persoalan yang ada. "Bagaimanapun sepakbola merupakan olahraga yang melibatkan banyak pihak, bukan saja pemain, wasit, dan sponsor, melainkan melibatkan masyarakat umum yang menjadi pendukung, serta para pedagang kecil yang mendapat manfaat ekonomi dari sebuah pertandingan," katanya.

    Sementara itu, Ketua OC Piala Presiden 2015, Erick Thohir, menjelaskan bahwa turnamen Piala Presiden ini akan berlangsung di empat kota, yakni Bali, Makassar, Malang dan Bandung. Turnamen berhadiah Rp 5 miliar untuk juara pertama itu akan berakhir 28 Oktober mendatang.

    "Tapi di mana akan dilangsungkan partai puncak, kita masih akan melihat perkembangannya. Yang jelas bukan di Bali karena Bali sudah menjadi tuan rumah saat pembukaan," kata Erick Thohir.

    CEO Mahaka Sport, Hasani Abdul Gani, menjelaskan bahwa turnamen Piala Presiden ini dibagi dalam empat grup. Selain di Bali, empat kesebelasan akan berlaga di Makasar yaki PSM, PBR, Persegres dan Pusamanian Borneo. Di Malang yakni Arema Cronus, Sriwijaya FC, Persela dan PSGC Ciamis. Sedangkan di Bandung yakni Persib, Persebaya (United), Persiba dan Martapura FC.

    "Piala Presiden ini netral. Tidak ada politik-politikan. Kami bukan orang politik. Olahraga ini tidak berpihak dan hanya memfokuskan keberadaannya untuk pecinta sepak bola di seluruh Indonesia," ujar Hasani.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.