Navas Gemilang, De Gea Dipertanyakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper Kosta Rika, Keylor Navas (kiri), dan pemain Uruguay Luis Suarez berhadapan dalam pertandingan persahabatan di Montevideo, Uruguay, 13 November 2014. AP/Matilde Campodonico

    Kiper Kosta Rika, Keylor Navas (kiri), dan pemain Uruguay Luis Suarez berhadapan dalam pertandingan persahabatan di Montevideo, Uruguay, 13 November 2014. AP/Matilde Campodonico

    TEMPO.CO, Madrid - Penjaga gawang Real Madrid asal Kosta Rika, Keylor Navas, tampil luar biasa bagus ketika Real Madrid menghajar tamunya, Real Betis, dengan skor 5-0, Sabtu, 29 Agustus 2015. Penampilan gemilang Navas membuat banyak penggemar Madrid berpikir untuk apa klub terkaya di dunia itu ngotot mengejar kiper Manchester United, David de Gea.

    Menurut laporan media massa Spanyol dan Inggris, Real tergiur membayar MU sebesar 44,71 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 625,2 miliar untuk merekrut De Gea. Sampai pertandingan ketiga MU dalam kompetisi Liga Primer Inggris musim 2015/2016, Manajer MU Louis van Gaal memarkir kiper asal Madrid itu dan memainkan kiper barunya dari Sampdoria, Sergio Guerero.

    Kalau sampai Madrid jadi merekrut De Gea, posisi Navas sebagai kiper utama terancam. Navas direkrut Real dari Levante dengan nilai kontrak sekitar 10 juta euro atau Rp 158 miliar lebih.

    Navas, yang dikenal sebagai "Rajawali dari Kosta Rika”, merupakan salah satu kiper terbaik dalam Piala Dunia 2014 di Brasil. Penjaga gawang berumur 28 tahun ini ikut membawa Kosta Rika secara tak terduga lolos ke babak perempat final.

    Dalam pertandingan melawan Real Betis itu, Navas mendemonstrasikan keterampilannya dengan mengambil bola dari kaki penyerang Betis, Ruben Castro. Saat itu Castro tinggal sendirian berhadapan dengan Navas dan tampak bakal menjebol gawangnya. Navas juga mementahkan tendangan penalti pemain Real Betis lain.

    Penampilan Navas itu mendapat pujian dari Direktur Real Madrid Emilio Butragueno. “Dia tampil spektakuler, bereaksi cepat layaknya seekor kucing,” tutur Butragueno.

    REUTERS | AGUS BAHARUDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.