Di Indonesia, Ruud Gullit Bagikan Tip Benahi Sepak Bola  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ruud Gullit. ANTARA/Ismar Patrizki

    Ruud Gullit. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Legenda sepak bola dunia asal Belanda, Ruud Gullit, menyatakan pembinaan sepak bola harus dimulai dari usia dini.

    "Pembinaan dan pelatihan harus dimulai sejak dini yakni anak usia 14-15 tahun. Usia seperti ini sangat baik karena anak belajar memahami teknik dasar diimbangi latihan yang rutin," katanya saat memberikan keterangan kepada media di Ambon, Maluku, Selasa.

    Ia mengatakan, tidak mudah melatih sepak bola jika tidak ditunjang latihan yang rutin serta pelatih yang baik yang menguasai teknik.

    Selain itu juga sangat penting memiliki pelatih yang baik, karena jika pelatih hanya menerapkan latihan tanpa teknik bermain akan sia-sia.

    "Saya belum pernah melihat permaianan sepak bola tim Indonesia, tapi saya yakin para pemain dan pelatih Indonesia memiliki teknik dan strategi yang luar biasa," katanya.

    Diakuinya, lingkungan dan pengetahuan juga merupakan faktor penentu prestasi sepak bola suatu negara.

    "Sangat penting menciptakan lingkungan yang baik untuk menumbuhkan bakat pemain. Jangan bermain dengan perasaan tetapi pengetahuan yang baik untuk mengorganisir suatu tim," kata mantan pemain AC milan.

    Gullit menjelaskan, kunjungan ke Ambon juga dimanfaatkan untuk melihat perkembangan sepak bola di Indonesia.

    "Saya optimistis sepak bola di Indonesia akan jauh lebih baik sehingga bisa melangkah ke kompetisi yang lebih besar di tingkat Internasional," tandasnya.

    Kunjungan Gullit di Ambon juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 tahun, kehadirannya di Ambon bersama keluarga selain untuk bertemu dengan pendukung tetapi memberikan kontribusi untuk kegiatan lokal di Indonesia.

    "Kesempatan kunjungan ke Ambon saya ingin melakukan sesuatu yang membawa kontribusi positif bagi masyarakat Ambon," tandasnya.

    Ditambahkannya, sekembali dari Ambon dirinya akan mengajak teman dan kerabat lainnya untuk berkunjung ke Maluku khusunya Ambon.

    "Kehadiran saya di Ambon ingin mendapatkan informasi serta pandangan apa adanya tentang Maluku, karena itu saya ingin datang dan melihat langsung," kata Ruud Gullit.

    ANTARA

    Berita Menarik
    Siapa Mahasiswa UNS yang Lulus dengan IPK 4
    Heboh Tren Remaja Seksi, Cuma Berbaju Kantong Plastik Tipis! 
    Heboh, Ada Telur dengan Cangkang Membentuk Huruf 'Allah'
    Parkir Liar DKI:Duit ke PNS Capai Rp 40 juta, Apa Kata Ahok?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?