Mulyadi, Kiper Asal Indonesia, Jadi Andalan Juventus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emilio Audero Mulyadi. Facebook.com

    Emilio Audero Mulyadi. Facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Klub sepak bola Italia, Juventus, mengumumkan penjaga gawang keturunan Indonesia, Emilio Audero Mulyadi, untuk memperkuat tim dalam Liga Champions 2015-2016. Laman resmi Juventus mengumumkan Emilio bergabung bersama 37 pemain utama Juventus lainnya. Juventus akan bertarung di Grup D Liga Champions melawan Borussia Monchengladbach, Manchester City, dan Sevilla.

    Emilio Audero Mulyadi lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 18 Januari 1997. Ayah Emil, Edy Mulyadi, berkebangsaan Indonesia sedangkan ibunya Italia. “Ayah saya tinggal di Indonesia. Ia mengatakan ada banyak pendukung Juventus di sana,” katanya pada Juventus.com.

    Baca juga:
    Masuk di Kasus Muncikari Artis, Tyas Mirasih Sibuk Fitness
    Gabung ke KIH, Salam PAN: Assalamualaikum, Merdeka Merdeka..

    Emilio sempat menghabiskan masa kecilnya di Indonesia. Penggemar Juventus itu akhirnya memutuskan hijrah ke Italia pada 2010. Setelahnya, ia bergabung dengan kesebelasan U-17 Juventus. Kiprahnya terus berkibar hingga ia mendapatkan penghargaan The Young Italy Talents of The Future 2012. Emilio juga memperkuat tim nasional Italia mulai dari U-15 hingga U-18.

    Pada 2014, Juventus turut memboyong Emilio dalam tur Asia-Pasifik mereka. Salah satu tujuan tur itu adalah Indonesia. “Mengunjungi kembali tempat kelahiran saya, tempat saya pernah tinggal sejenak, dan juga bekerja dengan tim nomor satu, saya merasa bahagia menjadi bagian dari pengalaman tersebut,” katanya menanggapi tur tersebut.

    JUVENTUS.COM| GURUH RIYANTO

    Berita Menarik:
    Heboh Tren Remaja Seksi, Cuma Berbaju Kantong Plastik Tipis!
    Benar-benar Ajaib, Cangkang Telur Ini Membentuk Huruf 'Allah'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.