Hadapi Persita, Indra Sjafri Tak Mau Remehkan Lawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bali United Sutanto Tan berebut bola dengan pemain Persija Jakarta Delton saat pertandingan Babak Penyisihan Grup C Piala Presiden 2015 di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, 30 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Pemain Bali United Sutanto Tan berebut bola dengan pemain Persija Jakarta Delton saat pertandingan Babak Penyisihan Grup C Piala Presiden 2015 di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, 30 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Gianyar - Pelatih klub Bali United, Indra Sjafri, mengatakan telah melakukan evaluasi pertandingan-pertandingan sebelumnya untuk memperbaiki kualitas tim menjelang laga terakhir babak penyisihan Grup C turnamen Piala Presiden melawan Persita Tangerang, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin, 7 September 2015.

    "Kami sudah melakukan evaluasi selama tiga hari. Besok kami akan menghadapi lawan yang berbeda, kami mengantisipasi apa yang akan dilakukan Persita," ujar Indra, seusai memimpin latihan di lapangan Gelora Trisakti, Kuta, Bali, Minggu, 6 September 2015.

    Saat ini, Bali United menduduki posisi puncak klasemen Grup C dengan poin empat dari dua kali pertandingan. Mereka unggul dua poin dari Mitra Kukar yang ada di peringkat kedua. Sedangkan Persita berada di urutan ketiga dengan dua poin, disusul Persija Jakarta yang baru mengoleksi satu poin.

    "Kami tidak boleh menganggap remeh lawan. Kewajiban saya bagaimana tim ini kualitasnya semakin hari bisa lebih baik. Kalau besok bisa menang itu bonus karena kami sudah berusaha dengan baik," ujar mantan pelatih tim nasional U-19 ini.

    Mengenai salah satu pemain asuhannya Bayu Gatra yang telah mendapat kartu kuning, Indra tidak merasa khawatir.
     
    "Bagi saya itu enggak masalah, karena tidak bergantung hanya dengan satu pemain saja kan. Saya sudah menyiapkan 26 pemain yang bisa berkontribusi, bukan hanya sebelas pemain saja," kata dia.

    Pertandingan Bali United melawan Persita Tangerang yang sebelumnya dijadwalkan malam hari dimajukan menjadi pukul 16.00 Wita. Indra tidak mempermasalahkan hal itu.

    "Secara teknis tidak ada masalah, mungkin secara kepanitiaan perubahan itu perlu pemberitahuan ke masyarakat lewat sosial media. Bagi kami sama saja, main sore, main malam, itu tidak perlu dipermasalahkan," ujarnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.