Menang Atas Persebaya, Pelatih Persib Belum Puas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persib Bandung, Dias dan Atep memakai ikat kepala Bendera Merah Putih saat berlatih di Lapang Futsal Ciujung, Bandung, Jawa Barat, 17 Agustus 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pemain Persib Bandung, Dias dan Atep memakai ikat kepala Bendera Merah Putih saat berlatih di Lapang Futsal Ciujung, Bandung, Jawa Barat, 17 Agustus 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Persib Bandung mendulang kemenangan dengan skor 2-0 saat melawan Persebaya United dalam lanjutan babak penyisihan Grup A Piala Presiden. Namun pelatih Persib, Djajang Nurdjaman, menilai permainan anak asuhnya mengalami penurunan.

    "Secara pertandingan, jujur tidak sebaik pertandingan pertama. Pemain banyak kehilangan bola. Di babak pertama Persibaya lebih banyak menguasai bola daripada kami," ujar Djadjang usai pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung,  Ahad, 6 September 2015.

    Selain itu, Persib pun harus membayar mahal kemenangan yang berhasil ditorehkan Tantan Cs. Pasalnya, Persib harus kehilangan dua penggawanya dalam pertandingan itu akibat mengalami cedera.

    Kedua penggawa itu, yakni Supardi, terpaksa harus ditandu keluar lapangan akibat mengalami masalah dengan kakinya. Demikian pun dengan Ilija Spasojevic yang mengalami cedera hamstring dan akhirnya harus diganti oleh Makan Konate pada pertengahan babak kedua.

    "Kalau soal cedera dalam sepak bola tidak bisa diduga-duga. Spaso (Ilija) dari awal juga udah kelihatan cedera semenjak latihan. Tapi ketika saya tanya untuk memastikan bisa tampil atau tidak dalam pertandingan tadi dia bilang siap," katanya.

    Namun Djanur mengaku tidak terlalu gusar meskipun beberapa penggawanya mengalami cedera. Soalnya, kata dia, skuad Persib itu tidak bergantung hanya pada satu pemain saja. Seluruh pemain berkontribusi dalam pencapaian hasil yang ditorehkan Persib selama ini.

    "Intinya kita tidak ingin mengalah dari tim mana pun. Saya tidak pernah tergantung sama satu pemain saja. Ketika Ridwan enggak main ada Zulham, Atep enggak main masih ada Tantan," ujarnya.

    AMINUDIN A.S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.