Komputer Rusak Penyebab Kekalahan Chelsea?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Everton, Steven Naismith saat mencetak gol ke dua ke gawang Chelsea di ajang Barclays Premier League di Goodison Park, Liverpool, Inggris, 12 September, 2015. Naismith yang baru masuk sebagai pemain pengganti berhasil membuka keunggulan Everton pada menit ke-17, bahkan lima menit berselang ia mampu menggandakan keunggulan Everton menjadi 2-0. Reuters/Andrew Yates

    Pemain Everton, Steven Naismith saat mencetak gol ke dua ke gawang Chelsea di ajang Barclays Premier League di Goodison Park, Liverpool, Inggris, 12 September, 2015. Naismith yang baru masuk sebagai pemain pengganti berhasil membuka keunggulan Everton pada menit ke-17, bahkan lima menit berselang ia mampu menggandakan keunggulan Everton menjadi 2-0. Reuters/Andrew Yates

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Chelsea, Jose Mourinho, ternyata sudah mendapatkan firasat buruk sebelum timnya dikalahkan Everton dengan skor 1-3 dalam laga lanjutan Liga Primer yang berlangsung di Goodison Park, kemarin.

    "Saat tactical meeting pagi tadi, bahkan komputer kami rusak," kata Mourinho, seperti dikutip BBC Sports, Ahad, 13 September 2015.

    Tampil di kandang lawan, gawang Chelsea dibobol tiga kali oleh gelandang Everton, Steven Naismith, pada menit ke-17, ke-22, dan ke-82. Chelsea hanya mampu membalas lewat gol indah Nemanja Mati pada menit ke-36.

    Ini menjadi kekalahan ketiga bagi Chelsea dalam lima pertandingan Liga Primer mereka musim ini. Hasil buruk ini membuat mereka terpuruk di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan 4 poin.

    Mourinho menilai kekalahan timnya bukan karena mereka bermain buruk, melainkan karena para pemain kehilangan kepercayaan diri. "Tapi tentu saja bukan karena komputer rusak."

    BBC SPORT | DWI AGUSTIAR



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.