PSM Yakin Cukur Mitra Kukar di Perdelapan Piala Presiden

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PSM Syamsul Chaeruddin merayakan golnya ke gawang tim Gresik United dalam Babak Penyisihan Grup D Piala Presiden 2015 di Stadion Andi Matalatta, Makassar, 31 Agustus 2015. TEMPO/Fahmi Ali

    Pemain PSM Syamsul Chaeruddin merayakan golnya ke gawang tim Gresik United dalam Babak Penyisihan Grup D Piala Presiden 2015 di Stadion Andi Matalatta, Makassar, 31 Agustus 2015. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Makassar - PSM Makassar kontra Mitra Kukar menjadi laga pembuka perempat final Piala Presiden yang akan digelar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Sabtu, 19 September. Direktur PSM Makassar Sumirlan yakin klubnya bakal berjaya pada laga tersebut. "Jika melihat semangat pemain, saya yakin bisa mencuri poin di kandang lawan," kata Sumirlan, Senin, 14 September 2015.

    Keyakinan Sumirlan tanpa alasan. Sebabnya, para pemain inti PSM bisa berlaga full time ditambah peningkatan performa terbaik mereka. Tak ada cedera yang membuat skuad Juku Eja itu sedikit menurunkan tensi dalam laga nanti, "Kami sudah siap melakoni leg pertama di babak delapan besar ini," ucap bekas kapten PSM Makassar itu.

    Pelatih kini berfokus pada lini depan PSM yang masih perlu penajaman, khusus pada kerja sama penyelesaian bola M. Rahmat, Ferdinand Sinaga, dan Muchlis Hadi Ning Syaifulloh. Begitu juga dengan organisasi tim dari lini belakang, tengah, dan depan. "Lini depan mulai matang dan penampilan M. Rahmat sudah mulai kembali lagi," katanya.

    Ihwal sisa match fee atau hadiah pertandingan sebesar Rp 200 juta dari Mahaka Sports, promotor turnamen, Sumirlan menyatakan belum menerimanya. Namun dia tak risau lantaran yakin Mahaka menepati janji memberikan dana tersebut Senin ini, "Mereka punya komitmen yang baik," ucapnya.

    Sumirlan juga tak menyoal bila sisa hadiah pertandingan itu dipotong Rp 10 juta, sebab dua pemainnya terkena kartu merah. Menurutnya, denda tersebut diterima sebagai konsekuensi mengikuti turnamen tersebut, "Itu sudah menjadi aturan main yang dibuat Mahaka, kami mengikutinya," ujarnya.

    DIDIT HARYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.