Utak-atik Duel Chelsea Vs Arsenal, Siapa Lebih Kuat?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wasit Jonathan Moss memisahkan Pelatih Chelsea Jose Mourinho dan pelatih Arsenal Arsene Wenger yang terlibat adu mulut dalam pertandingan Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, Ahad 5 Oktober 2014, di London, Inggris. Shaun Botterill/Getty Images

    Wasit Jonathan Moss memisahkan Pelatih Chelsea Jose Mourinho dan pelatih Arsenal Arsene Wenger yang terlibat adu mulut dalam pertandingan Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, Ahad 5 Oktober 2014, di London, Inggris. Shaun Botterill/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Chelsea dan Arsenal akan bertanding dalam derby London lanjutan Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, Sabtu malam, 19 September 2015.

    Kedua klub telah menjalani laga perdana pada Liga Champions, Kamis dinihari lalu. Chelsea menggilas klub Israel, Maccabi Tel-Aviv, sementara Arsenal ditekuk Dinamo Zagreb dari Kroasia.

    Manajer Chelsea Jose Mourinho mengatakan kemenangan 4-0 atas Maccabi membangkitkan motivasi timnya. Adapun Arsenal tetap percaya diri walau ditaklukkan Zagreb 2-1. Salah satu pemainnya, Mikel Arteta, mengatakan Arsenal mampu bangkit dari kekalahan itu dengan cepat.

    "Kami kecewa dan kami akan membalasnya," kata Arteta. "Kadang, kekecewaan adalah hal yang bagus karena Anda bisa menemukan reaksi yang baik."

    Kedua tim memang memiliki dorongan besar pada pertandingan Sabtu malam besok. Chelsea ingin membuktikan mereka telah bangkit dari keterpurukan. Sedangkan Arsenal ingin melanjutkan catatan tidak terkalahkan yang sudah mereka torehkan pada empat pertandingan terakhir Liga Primer Inggris.

    Soal siapa yang terkuat memang baru bisa dibuktikan besok. Namun beberapa poin penting di bawah ini agaknya bisa membantu mengantisipasi hasil pertandingan itu.

    1. Rekor pertandingan

    Chelsea tidak terkalahkan dalam tujuh pertemuan terakhir melawan Arsenal pada Liga Primer Inggris. Mereka juga punya rekor clean sheet, atau tidak kebobolan, dalam tujuh laga itu. Namun, pada pertandingan Community Shield awal musim ini, tim asuhan Mourinho itu kalah 1-0 oleh Arsenal.

    Arsenal juga memenangi tujuh dari delapan pertandingan tandang terakhir. Sabtu malam besok, mereka akan kembali menjadi tim tamu di Stamford Bridge. Akankah rekor bagus laga tandang itu akan berlanjut?


    2. Kembalinya Peter Cech

    Peter Cech diperkirakan akan dipasang Manajer Arsenal Arsene Wenger pada pertandingan ini. Dia diistirahatkan dalam laga Liga Champions Kamis dinihari. Mungkin memang Wenger sengaja melakukannya agar Cech lebih siap menghadapi pertandingan melawan Chelsea.

    Cech pindah ke Arsenal musim ini lantaran tergeser dari posisinya sebagai kiper utama Chelsea setelah Thibaut Courtois datang. Padahal Cech salah satu pemain legendaris The Bluesjulukan Chelsea.

    Kiper asal Republik Cek ini punya rekor 227 pertandingan tanpa kebobolan untuk Chelsea. Sampai sekarang, dia masih menjadi pemegang angka clean sheet tertinggi di The Blues.

    Cech pun menjadi pahlawan Arsenal dalam kemenangan pertama mereka dari Chelsea setelah 13 kali tak pernah menang. Tak diragukan, Cech bakal menjadi salah satu figur penting dalam laga Sabtu besok. Dia akan kembali ke Stamford Bridge—bukan sebagai pemain andalan Chelsea, melainkan Arsenal.


    3.  Ketajaman lini depan

    Penampilan penyerang Arsenal, Olivier Giroud, menuai kritik. Rio Ferdinand, mantan bek Manchester United, mengatakan performa Giroud buruk. Wenger juga dikritik karena musim ini dia tidak membeli pemain dengan posisi striker untuk memperkuat lini depan mereka. Padahal lini depannya tumpul.

    Adapun sisi penyerangan Chelsea sedang diliputi rasa percaya diri setelah pesta gol saat melawan Maccabi. Cesc Fabregas berhasil mencetak gol dan menyumbang satu assist, Oscar juga kembali bisa mencetak gol, dan Diego Costa berhasil mencetak gol dengan satu tendangan voli yang indah.

    BBC | CHELSEA | ARSENAL | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.