Chelsea vs Arsenal, Gabriel Paulista Diganjar Kartu Merah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Arsenal, Arsene Wenger duduk di bangku saat pertandingan babak 16 besar Liga Champions antara timnya dan AS Monaco sedang berlangsung di London, 26 Februari 2015. Arsenal kalah 1-3. AP/Matt Dunham

    Pelatih Arsenal, Arsene Wenger duduk di bangku saat pertandingan babak 16 besar Liga Champions antara timnya dan AS Monaco sedang berlangsung di London, 26 Februari 2015. Arsenal kalah 1-3. AP/Matt Dunham

    TEMPO.CO, Jakarta - Arsenal lagi-lagi harus kehilangan satu pemain sejak babak pertama. Pemainnya, Gabriel Paulista, diganjar kartu merah oleh wasit menjelang babak pertama berakhir dalam pertandingan Liga Primer Inggris antara Chelsea versus Arsenal di Stadion Stamford Bridge, Sabtu malam, 19 September 2015.

    Kejadian ini berawal saat Diego Costa berselisih dengan Laurent Koscielny. Gabriel Paulista datang dan terlibat di dalamnya. Keduanya saling dorong. Wasit Mike Dean kemudian memberi kartu kuning kepada Costa dan Gabriel. Tapi, itu belum selesai.

    Dalam tayangan langsung Bein Sports 3, Costa dan Gabriel masih saja beradu mulut. Lalu, Costa menuduh Gabriel menginjak kakinya. Wasit melihat itu dan langsung mengganjar Gabriel dengan kartu merah. Gabriel terlihat sangat kesal. Manajer Arsenal, Arsene Wenger, apalagi.

    Di pertandingan Liga Champions melawan Dinamo Zagreb, Kamis dini hari, 17 September lalu, Arsenal juga mengalami hal sama. Olivier Giroud, penyerang mereka, diberi kartu merah di babak pertama. Arsenal akhirnya kalah 1-2. Beberapa pemain Arsenal mengatakan kehilangan satu pemain merupakan salah satu faktor penyebab kekalahan tim mereka.

    Saat ini, kedudukan babak pertama Chelsea vs Arsenal adalah 0-0. Apakah dengan begini Chelsea berada di atas angin di babak kedua?

    BBC | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.