Bali United Ingin Balas Kekalahan di Piala Presiden 2015

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bali United Lerby berusaha melewati dua pemain Persija Jakarta Gunawan dan Ambrizal saat pertandingan Babak Penyisihan Grup C Piala Presiden 2015 di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, 30 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Pemain Bali United Lerby berusaha melewati dua pemain Persija Jakarta Gunawan dan Ambrizal saat pertandingan Babak Penyisihan Grup C Piala Presiden 2015 di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, 30 Agustus 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Kuta - Kekalahan 1-2 dari Arema pada putaran pertama babak delapan besar Piala Presiden 2015 tidak membuat pemain Bali United patah semangat. Gelandang Bali United, Fadil Sausu, ingin timnya mampu menaklukkan Arema pada putaran kedua yang akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 27 September mendatang.

    "Mungkin belum rezeki saja," kata Fadil soal kekalahan timnya saat ditemui Tempo di mes Bali United, Kuta, Senin sore, 21 September 2015.

    Menurut pemain asal Palu itu, dalam pertandingan Sabtu lalu, konsentrasi dan fokus menjadi tantangan. "Apalagi Syaeful keluar (cedera) di menit-menit terakhir. Konsentrasi kami sudah mulai berkurang," ujarnya.

    Fadil menambahkan, saat itu Arema terkesan menerapkan permainan bertahan. "Menembus pertahanan mereka sebetulnya tidak terlalu sulit,” ujarnya. “Yang penting, kombinasi bisa berjalan. Sebab, kombinasi yang banyak serta kerja sama bisa menyulitkan lini pertahanan.”

    Fadil menjelaskan, pertandingan di Kanjuruhan, Malang, Sabtu itu merupakan pengalaman berharga. Sekarang, dia sudah bisa menerapkan pola permainan yang tepat untuk menekuk tim berjulukan Singo Edan tersebut dalam laga berikutnya.

    "Laga nanti harus kami menangi. Selain berfokus menyerang, kami harus bertahan—jangan sampai kecolongan," ujarnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.