Dibatalkannya Sanksi Bek Arsenal Mengundang Kritik Mourinho

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Everton, Romelu Lukaku (kiri), berhadapan dengan pemain Arsenal, Gabriel Paulista, dalam pertandingan liga Primer Inggris di Emirates Stadium, London, 1 Maret 2015.  Everton tidak mampu mencetak gol balasan sampai akhir pertandingan. Action Images via Reuters / Tony O'Brien

    Pemain Everton, Romelu Lukaku (kiri), berhadapan dengan pemain Arsenal, Gabriel Paulista, dalam pertandingan liga Primer Inggris di Emirates Stadium, London, 1 Maret 2015. Everton tidak mampu mencetak gol balasan sampai akhir pertandingan. Action Images via Reuters / Tony O'Brien

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Football Association (FA) membatalkan kartu merah bek Arsenal Gabriel Paulista mengundang kritikan dari pelatih Chelsea Jose Mourinho yang menilainya hal itu dapat menjadi preseden yang membuat seorang pemain terdorong melakukan pembalasan di lapangan.

    Pemain asal Brasil tersebut dikenai wasit Mike Dean kartu merah pada akhir babak pertama setelah menendang striker Chelsea yang juga berdarah Brasil Diego Costa dalam pertandingan pekan keenam Liga Primer Inggris bertajuk derby London yang berkesudahan 2-0 untuk tuan rumah Chelsea.

    Sebenarnya tindakan Gabriel menendang Costa disebabkan oleh aksi provokasi yang dilakukan oleh Costa, yang memilih memperkuat Timnas Spanyol meskipun sudah dua kali bermain untuk Timnas Brasil dalam pertandingan persahabatan.

    Arsenal mengakhiri pertandingan di Stadion Stamford Bridge pada Sabtu (19/9/2015) itu dengan hanya menyisakan sembilan pemain setelah pada menit ke-79 wasit juga mengartu-merahkan Santiago Cazorla.

    FA kemudian menganulir keputusan wasit Mike Dean atas kartu merah untuk Gabriel, bahkan berbalik menetapkan skorsing tiga pertandingan kepada Costa atas nya mencolok wajah pemain Arsenal Laurent Koscielny, yang memicu kemarahan Gabriel.

    “Sekarang kita tahu bahwa tindakan pembalasan diperbolehkan. Tak masalah, anda boleh lakukan itu,” ungkap Mourinho kepada media lokal.

    Sementara itu pelatih Arsenal Arsene Wenger mengemukakan pembatalan karu merah Gabriel hanya memperbaiki 5 persen dari kerusakan yang telah diterima Arsenal yang akhirnya harus kalah karena keputusan wasit Dean.

    “FA memutuskan hal yang seharusnya dilakukan ketika pertandingan berjalan dan keputusan setelah pertandingan hanya memperbaiki 5 persen dari keburukan yang telanjur terjadi terhadap kami,” kata Wenger dalam nada keras.

    “Alih-alih kami bermain 11 melawan 10 (seharusnya Costa yang diberi kartu merah). Kami malah main 10 lawan 11 (karena wasit justru mengeluarkan Gabriel),” kata Wenger lagi sebagaimana dilansir website resmi klub (www.arsenal.com).

    Kartu Merah Gabriel Dibatalkan, Mourinho & Wenger Sama-sama Tak Puas

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.