Piala Presiden Bakal Diaudit Lembaga Auditor Internasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Arema Cronus, Hasyim Kipuw (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Sriwijaya FC, Titus Bonai pada babak penyisihan grup B Piala Presiden 2015 di Stadion Kanjuruhan, Malang, 5 September 2015. Hasil ini membuat Arema memuncaki klasemen usai mengoleksi empat poin. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pesepak bola Arema Cronus, Hasyim Kipuw (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Sriwijaya FC, Titus Bonai pada babak penyisihan grup B Piala Presiden 2015 di Stadion Kanjuruhan, Malang, 5 September 2015. Hasil ini membuat Arema memuncaki klasemen usai mengoleksi empat poin. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO , Jakarta - Penyelenggara turnamen sepak bola Piala Presiden 2015 memastikan lembaga auditor internasional Price Waterhouse Coopers (PWC) akan langsung melakukan audit pengelolaan dana setelah turnamen selesai digelar.

    Ketua Steering Comitee Piala Presiden, Maruarar Sirait, mengatakan audit akan mencakup arus masuk dan keluar dana yang diperoleh panitia penyelenggara dari sponsor.

    “Kami sudah menggandeng PWC pada Agustus lalu dan mempersilakan mereka melakukan audit seluruh pengelolaan dana untuk memastikan bahwa penyelenggaran Piala Presiden tidak ada penyimpangan,” kata Maruarar saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2015.

    Menurut Ara, begitu politikus PDI Perjuangan itu disapa, selain untuk menghidupkan kembali kompetisi sepak bola nasional, turnamen Piala Presiden digelar untuk membangun budaya transparansi dalam dunia sepak bola di Indonesia. “Jangan bilang industri sepak bola harus transparan dan akuntabilitas tapi tidak ada ukurannya. Maka, audit sangat diperlukan,” kata dia.

    Ara mengakui akan banyak kekurangan dalam penyelenggaran turnamen Piala Presiden. Namun dia memastikan tidak akan ada pelanggaran dalam masalah dana. “Saya yakin tidak akan sempurna, tapi kalau sengaja main dipastikan tidak ada. Makanya saya persilakan PWC untuk melakukan audit menyeluruh untuk masalah pengelolaan keuangan,” ujar dia.

    Sebelumnya, bos Mahaka Group, Erick Tohir, mengatakan dana yang disiapkan untuk turnamen Piala Presiden sebesar Rp 40 miliar.

    Hadiah yang diberikan untuk juara turnamen ini juga cukup besar, yakni Rp 3 miliar. Adapun urutan kedua dan ketiga akan mendapatkan hadiah masing-masing sebesar Rp 2 miliar dan Rp 1 miliar. Selain itu, setiap klub peserta akan memperoleh kucuran dana operasional.

    Mahaka Sports merupakan penggagas turnamen Piala Presiden. Menurut Erick, sebagian besar dana untuk menutupi kebutuhan penyelenggaran kompetisi sebagian besar berasal dari sponsor. Dia memastikan tidak ada sepeser pun dana yang mengucur dari pemerintah atau badan usaha milik negara (BUMN) yang untuk penyelenggaran turnamen pramusim tersebut.

    ANGGA SUKMAWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.