Lawan Bali United, Penyerang Arema Ingin Cetak Gol Cepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Arema Cronus, Lancine Kone (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Sriwijaya FC, Wildansyah pada Babak Penyisihan Grup B Piala Presiden 2015 di Stadion Kanjuruhan, Malang, 5 September 2015. Arema menjaga asa ke perempat-final setelah mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 3-1. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pesepak bola Arema Cronus, Lancine Kone (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Sriwijaya FC, Wildansyah pada Babak Penyisihan Grup B Piala Presiden 2015 di Stadion Kanjuruhan, Malang, 5 September 2015. Arema menjaga asa ke perempat-final setelah mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 3-1. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Denpasar - Arema Cronus akan menghadapi Bali United dalam pertandingan perempat final kedua Piala Presiden 2015 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Ahad, 27 September 2015. Penyerang Arema, Lancine Kone, ingin timnya mencetak gol dengan cepat untuk mengamankan pertandingan.

    “Satu gol saja dari Bali United, kami bisa habis,” kata Kone di Hotel Graha Cakra, Denpasar, Bali, Jumat, 25 September 2015. “Tim kami harus bisa cepat mencetak gol.”

    Menurut pemain asal Pantai Gading ini, pertandingan melawan Bali United malam ini adalah laga penuh perjuangan. “Lolos ke semifinal cukup sulit bagi kedua tim,” ujarnya.

    Kone mengatakan, di pertandingan nanti pemain-pemain Arema perlu meningkatkan fokus dan kerjasama tim. “Saya sudah siap untuk pertandingan hari Minggu,” kata dia. “Kami harus mencetak gol. Tidak boleh ada hasil imbang.”

    Di perempat final pertama, Bali United ditaklukkan 1-2 oleh Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang, 19 September lalu. Dengan demikian Bali United minimal membutuhkan kemenangan tipis 1 gol untuk lolos ke semifinal, mengingat gol tandang diperhitungkan. Sedangkan Arema hanya membutuhkan hasil seri. 

    BRAM SETIAWAN | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.