Ini Kunci Kemenangan 3-2 Arema Cronus atas Bali United

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arema Cronus, Christian Gonzales berusaha mengontrol bola saat babak perempat final leg kedua turnamen Piala Presiden antara Bali United melawan Arema Cronus di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, 27 September 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    Pemain Arema Cronus, Christian Gonzales berusaha mengontrol bola saat babak perempat final leg kedua turnamen Piala Presiden antara Bali United melawan Arema Cronus di Stadion Dipta, Gianyar, Bali, 27 September 2015. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Arema Cronus, Joko Susilo, mengatakan taktik permainan yang dirancang bersama pemainnya berjalan mulus. Itulah kunci kemenangan timnya atas Bali United Pusam dalam laga kedua babak perempat final Piala Presiden di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu, 27 September 2015.

    "Untuk teknis, kami akan bermain menyerang, alhamdulillah dikabulkan," kata Joko saat jumpa wartawan seusai pertandingan.

    Meski Arema menang, Joko mengatakan, masih ada satu keinginan mereka yang tidak terkabul. "Kami ingin clean sheet, tidak terkabul, masuk kebobolan, jadi terus mencetak gol," ujarnya.

    Disinggung soal pemain yang banyak terkena akumulasi kartu kuning hasil laga leg kedua, Gethuk--Joko biasa disapa--mengaku tak risau. Ia menegaskan, klubnya akan tetap tunduk pada regulasi turnamen yang tetap menerapkan sanksi akumulasi kartu.

    "Kami tentu akan patuh pada regulasi. Kalau itu diputihkan, alhamdulillah. Kalau tidak, kami harus siap dengan pemain yang ada," ujarnya. "Kami tekankan ke semua pemain siapa yang diturunkan adalah pemain inti. Semua punya kewajiban yang sama untuk membela Arema."

    Penyerang Arema, Cristian Gonzales, menjadi bintang dalam laga ini. Pemain asal Uruguay ini berhasil mencetak hat-trick di kandang Bali United.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.