Korupsi FIFA, Blatter Ingin Bertahan Sampai Februari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden FIFA Sepp Blatter dihujani uang kertas palsu yang dilemparkan oleh komedian Inggris Lee Nelson saat konferensi pers setelah  Rapat Komite Eksekutif FIFA Luar Biasa di Markas FIFA di Zurich, Swiss, 20 Juli 2015. REUTERS/Arnd Wiegmann

    Presiden FIFA Sepp Blatter dihujani uang kertas palsu yang dilemparkan oleh komedian Inggris Lee Nelson saat konferensi pers setelah Rapat Komite Eksekutif FIFA Luar Biasa di Markas FIFA di Zurich, Swiss, 20 Juli 2015. REUTERS/Arnd Wiegmann

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden FIFA Sepp Blatter, yang sedang menjalani investigasi kriminal oleh otoritas Swiss, berencana untuk mempertahankan posisinya sampai Februari dan mengatakan kepada staf di badan sepak bola dunia pada Senin bahwa ia tidak melakukan tindakan ilegal atau tidak pantas, kata para pengacara Blatter pada Senin.

    Pada pernyataan melalui surat elektronik dari dua pengacara Blatter, Lorenz Erni dari Swiss dan Richard Cullen dari AS, juga membela pembayaran-pembayaran yang diberikan oleh FIFA kepada Michel Platini, Presiden UEFA, sebagai kompensasi yang valid untuk pekerjaan Platini sebagai penasehat.

    Sebelumnya, jaksa penuntut papan atas Swiss pada Jumat mengatakan bahwa pemeriksaan kriminal telah dibuka terhadap Presiden FIFA Sepp Blatter terkait dengan dugaan bahwa dia menyalahgunakan dana dan tidak melakukan tugas-tugasnya sebagai kepala badan sepak bola dunia dengan baik.

    "Pemeriksaan kriminal Swiss terhadap Presiden FIFA, Tuan Joseph Blatter, telah dibuka pada 24 September 2015 untuk dugaan mismanajemen kriminal… dan, alternatifnya, penyalahgunaan," demikian pernyataan kantor jaksa penuntut umum Swiss.

    "Terdapat dugaan bahwa… Joseph Blatter juga tidak melakukan tugas-tugas fidusianya di FIFA dengan baik terkait kontrak dengan Persatuan Sepak Bola Karibia," bunyi pernyataan kantor jaksa.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Harga Mobil Toyota Tanpa PPnBM, dari Avanza hingga Vios

    Relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil berlaku pada 1 Maret 2021. Terdapat sejumlah model mobil Toyoto yang mendapat diskon pajak.