Tradisi MU Berubah di Tangan Van Gaal, Ini 5 di Antaranya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manajer Manchester United Louis van Gaal menjawab pertanyaan media saat konferensi pers di Bellevue, Washington, 15 Juli 2015. AP/Ted S. Warren

    Manajer Manchester United Louis van Gaal menjawab pertanyaan media saat konferensi pers di Bellevue, Washington, 15 Juli 2015. AP/Ted S. Warren

    TEMPO.CO, Jakarta - Louis Van Gaal melakukan sejumlah perubahan tradisi di Manchester United sejak menjadi manajer pada 2014. Ia baru-baru ini mengizinkan para pemain membawa gadget ke ruang ganti. Beberapa perubahan tradisi bahkan membuat para kekasih pemain mengeluh. Namun, perubahan itu terbukti mendukung kinerja Manchester United. Saat ini, tim itu menjadi pemuncak klasemen Liga Primer Inggris setelah menggusur Manchester City. Berikut sejumlah perubahan tradisi hasil gebrakan Van Gaal.

    1. Penggemar Selalu Nomor Satu
    Bagi Van Gaal, para penggemar Old Trafford merupakan orang terpenting di klub. Ia mengubah kebiasaan para pemain agar lebih membaur dengan penggemar. Sebelumnya, kendaraan mewah para pemain kerap menghampiri mereka. Ini membuat mereka tidak terjamah para penggemar. Sekarang, Van Gaal memaksa mereka berjalan dari ruang ganti ke parkiran mobil. Di jalan, mereka wajib membubuhkan tanda tangan untuk para penggemar.

    Van Gaal sendiri memberi teladan bagi para pemainnya. Ia sering memberi tanda tangan pada puluhan penggemar setelah dan sebelum pertandingan.

    2. Memberi Perhatian dengan Rinci
    Van Gaal memperhatikan seluruh rincian stadion Old Trafford. Ia merombak lapangan berlatih Old Trafford persis seperti di stadion Wembley. Stadion itu mendapat julukan lapangan suci karena final Liga Primer selalu bertempat di situ. Wembley juga merupakan tempat tim nasional Inggris menjamu tim tamu.

    Van Gaal memerintahkan penggantian ukuran karpet sehingga sama persis dengan stadion Wembley. Ia juga memerintahkan tambahan lampu agar waktu latihan menyerupai pemanasan menjelang pertandingan. Van Gaal bahkan menggeser ruang penitipan anak untuk memperluas ruang kesehatan. Keputusan ini membuat kesal para kekasih pemain MU.Van Gaal memerintahkan penanaman pohon di sekitar stadion. Pohon itu berfungsi sebagai penahan angin.

    3. Bahkan Van Gaal Mengatur Cara Makan
    Van Gaal bahkan mengatur bagaimana para pemain menikmati santap siang dan malam. Ia melarang para pemain makan mendahuluinya. Para pemain seperti Wayne Rooney, Michael Carrick dan Chris Smalling mesti gigit jari menunggu Van Gaal menyiapkan makanan.

    Van Gaal juga merombak cara makan untuk mempererat hubungan para pemain MU. Para staf non-pemain kini tidak bisa lagi makan bersama para pesepakbola. Sebelumnya, mereka banyak melakukan obrolan dengan para bintang MU. Kini, para pemain dan staf non-pemain makan di tempat terpisah.

    Tidak hanya itu, Van Gaal juga mengubah bentuk meja makan dari kotak menjadi bundar. Alasannya, bentuk meja ini akan menambah interaksi para pemain. Resep ini manjur. Ketika ditanya kunci rahasia sukses MU, pemain asal Jerman, bastian Scheweinsteiger dengan cepat menjawab, "Semangat Tim."

    4. Rapat, Rapat dan Rapat
    Van Gaal sering mengundang para pemain ke ruangan rapat. Di situ, analis Max Reckers memaparkan hasil kajian. Para pemain dipaksa memelototi rekaman video pertandingan. Seperti Van Gaal, ia sangat teliti. Setengah meter saja bergeser dari tempat semestinya, Max Recker akan memperingatkan pemain agar tidak lagi melakukan kesalahan itu.

    5. Ramah pada Wartawan
    Memang, hubungan Van Gaal dengan wartawan sering naik turun. Van Gaal mengubah tradisi MU menjadi ramah pada wartawan. Yang lebih mengejutkan, Van Gaal bersedia menunggu ketika BBC menunda wawancara setelah MU Kalah 1-0 dari Chelsea di Stamford Bridge. Pendahulunya jelas tidak akan melakukan itu. MU nyaris terlambat mengejar kereta kembali ke Manchester dari London.

    DAILY MAIL | GURUH RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.