Jose Mourinho Masih Menolak Bicara soal Eva Carneiro

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi manajer Chelsea Jose Mourinho saat menjelang pertandingan Liga Primer Inggris melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Inggris (15/3). (Michael Regan/Getty Images)

    Ekspresi manajer Chelsea Jose Mourinho saat menjelang pertandingan Liga Primer Inggris melawan Aston Villa di Villa Park, Birmingham, Inggris (15/3). (Michael Regan/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Chelsea Jose Mourinho mengatakan tidak akan berkomentar soal konfliknya dengan mantan dokter Chelsea, Eva Carneiro.

    "Selama dua bulan saya tidak membuka mulut dan saya akan tetap seperti ini," kata Mourinho saat diwawancarai BBC. "Suatu hari saya akan berbicara dan saya akan memilih hari itu."

    Carneiro terlibat insiden dengan Mourinho di Stamford Bridge, 8 Agustus lalu, saat Chelsea bertanding melawan Everton. Di pertandingan itu, Carneiro memancing amarah manajer Chelsea, Jose Mourinho, karena dia berlari memasuki lapangan untuk merawat Eden Hazard pada saat injury time. Mourinho dilaporkan memaki dokter cantik itu.

    Sejak kejadian itu, Carneiro tidak boleh menghadiri sesi latihan dan pertandingan Chelsea. Dokter berusia 42 tahun itu kemudian memutuskan keluar dari Chelsea.

    Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Greg Dyke, menyatakan Mourinho telah berbuat salah dan sebaiknya meminta maaf. Soal ini, Mourinho juga menolak berkomentar. "Saya membaca, mendengar, menonton, dan saya diam," ujarnya.

    Sebelumnya, FA telah menggelar investigasi atas sebuah komplain yang menyatakan Mourinho menggunakan bahasa kasar dalam insiden dengan Carneiro. Tapi hasil penyelidikan itu menyatakan Mourinho bersih dari pelanggaran.

    GADI MAKITAN | BBC | THE GUARDIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.