Piala Presiden, Utina: Persib Jangan Terbawa Euforia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persib Bandung, Firman Utina berebut bola dengan pemain Pelita Bandung Raya, Iman Faturahman pada pertandingan lanjutan Indonesia Super League di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, 6 Oktober 2014. Persib Bandung tundukan Pelita Bandung Raya dengan skor 1-0. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pesepakbola Persib Bandung, Firman Utina berebut bola dengan pemain Pelita Bandung Raya, Iman Faturahman pada pertandingan lanjutan Indonesia Super League di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, 6 Oktober 2014. Persib Bandung tundukan Pelita Bandung Raya dengan skor 1-0. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang Persib Bandung Firman Utina meminta rekan-rekan setimnya untuk tidak terlalu terbawa kesenangan setelah berhasil lolos ke babak semifinal Piala Presiden. Dia ingin setiap laga diperlakukan selayaknya babak final. Demikian juga pertandingan semifinal pertama melawan Mitra Kukar yang akan berlangsung di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Ahad petang, 4 September 2015.

    "Saya berharap teman-teman lebih fokus pertandingan kali ini,” kata Firman Utina di Tenggarong, Sabtu, 3 Oktober 2015. “Jangan terlalu terbawa euforia kemenangan sebelum-sebelumnya."

    Pemain yang sering membela tim nasional Indonesia itu menilai Mitra Kukar adalah tim terbaik yang sudah berhasil lolos semifinal. Menurut Firman, materi pemain tim berjulukan Naga Mekes itu bakal sama dengan yang diturunkan kala melakoni babak penyisihan grup. Pemain yang sebelumnya absen saat ini sudah bergabung.

    Menurut dia, Mitra Kukar tim berbahaya. Sebab, mereka memiliki pasukan yang memadukan pemain muda dan senior dengan kemampuan antar pemain yang sama. Apalagi, kata Firman, Jafri Sastra, pelatih yang sebelumnya menangani Semen Padang, punya kemampuan yang mumpuni.

    "Mitra Kukar diperkuat sejumlah pemain Semen Padang, jadi Jafri Sastra tahu persis karakter permainan pemainnya,” ujar Firman. “Yang pasti kami harus waspada karena Mitra Kukar sekarang bermain di kandangnya."

    FIRMAN HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.