Pecat Brendan Rodgers, Liverpool Harus Bayar Rp 219 Miliar?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, terlihat gusar menyaksikan tim asuhannya tak berdaya menghadapi Udinese dalam pertandingan Liga Europa Grup A, di Anfield, Kamis (4/10). REUTERS/Phil Noble

    Pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, terlihat gusar menyaksikan tim asuhannya tak berdaya menghadapi Udinese dalam pertandingan Liga Europa Grup A, di Anfield, Kamis (4/10). REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Laman Telegraph.co.uk melaporkan keputusan Liverpool memecat Brendan Rodgers bisa membuat klub itu kehilangan lebih dari 10 juta pound sterling atau Rp 219 miliar.

    Rodgers dipecat setelah pertandingan Liverpool melawan Everton, Ahad, 4 Oktober 2015, yang berakhir dengan skor 1-1. Mike Gordon, Presiden Fenway Sports Group—grup yang memiliki Liverpool—menelepon Rodgers untuk memberi tahu pemecatan ini setelah sang manajer meninggalkan Stadion Goodison Park. Kepala Eksekutif Liverpool Ian Ayre kemudian bertemu dengan Rodgers di pusat latihan Liverpool, Melwood, untuk menjelaskan keputusan itu secara pribadi.

    Pada Mei tahun lalu, Rodgers memperpanjang kontraknya dengan Liverpool hingga 2018. Ini berarti masih ada nilai kontrak tiga tahun yang harus dibayar sebagai kompensasi bagi Rodgers, termasuk bonus senilai 5 juta pound sterling atau Rp 110 miliar setahun.

    Liverpool, tulis Telegraph, kemungkinan akan mencoba bernegosiasi agar uang kompensasi yang diberikan lebih rendah. Jumlah yang ditawarkan sekitar 7 juta pound sterling atau Rp 154 miliar.

    Seseorang yang dekat dengan Rodgers memberi informasi pada Telegraph bahwa manajer 42 tahun itu tidak akan buru-buru mencari pekerjaan baru sebagai manajer. Fokusnya sekarang adalah mencapai kata sepakat untuk paket kompensasinya.

    THE TELEGRAPH | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.