Rusuh Kontra Saudi Berujung Sanksi bagi Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Malaysia, Ibrahim Syahrul Azwari (kiri) berebut bola dengan poemain Timnas Thailand, Sutjarit Jantakol (dua kanan). TEMPO/Subekti

    Pemain Timnas Malaysia, Ibrahim Syahrul Azwari (kiri) berebut bola dengan poemain Timnas Thailand, Sutjarit Jantakol (dua kanan). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) pada Senin, 5 Oktober 2015, menjatuhkan sejumlah sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) karena kerusuhan penonton saat menjadi tuan rumah pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Arab Saudi, 8 September lalu.

    Para suporter Malaysia, yang pada pertandingan sebelumnya kecewa karena timnya dibantai Uni Emirat Arab 0-10, menyalakan kembang air sehingga asap memenuhi Stadion Shah Alam saat Arab Saudi unggul 2-1 di menit-menit terakhir. Insiden itu menimbulkan kekacauan di lapangan.

    Tidak ada yang cedera, tapi sebelas orang ditahan.

    Seperti disiarkan AFP, Komite Disiplin FIFA dalam pernyataannya menyebutkan bahwa FAM bertanggung jawab atas ulah para penonton pada pertandingan itu.

    Dengan demikian, pertandingan kualifikasi Piala Dunia berikutnya saat Malaysia menjadi tuan rumah bagi Uni Emirat Arab 17 November mendatang harus dimainkan di stadion tertutup.

    FAM juga harus membayar denda US$ 40 ribu.

    FIFA juga menetapkan bahwa pada pertandingan yang rusuh tersebut Malaysia dianggap kalah 0-3.

    Sementara itu Ketua Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Shaikh Salman bin Ebrahim al-Khlifa mengatakan pihaknya "sangat prihatin" dengan kerusuhan tersebut dan mendukung investigasi yang dilakukan FIFA.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.