Dipecat Liverpool, Rodgers Ajak Pacar Liburan ke Spanyol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Manajer Liverpool, saat pertandingan derby melawan Everton dalam Liga Primer Barclays di Goodison Park,  4 Oktober 2015. Rodgers bergabung dengan Liverpool FC pada Juni 2012, dan sempat membawa  klub di urutan kedua Liga Premier Inggris. Action Images via Reuters/Lee Smith

    Ekspresi Manajer Liverpool, saat pertandingan derby melawan Everton dalam Liga Primer Barclays di Goodison Park, 4 Oktober 2015. Rodgers bergabung dengan Liverpool FC pada Juni 2012, dan sempat membawa klub di urutan kedua Liga Premier Inggris. Action Images via Reuters/Lee Smith

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Manajer Liverpool yang baru saja dipecat, Brendan Rodgers, dikabarkan memutuskan menenangkan diri ke Malaga, Spanyol. Rodgers berangkat ke Malaga 24 jam setelah pemecatannya.

    Laman Mirror.co.uk melansir foto Rodgers bersama pacarnya, Charlotte Searle, dan putrinya menuju bandara Liverpool pada Senin, 5 Oktober 2015, waktu setempat. Rodgers meninggalkan Inggris menggunakan jet pribadi menuju kota pantai di Spanyol selatan itu.

    Rodgers dipecat pemilik Liverpool, Fenway Sports Group, setelah klubnya mendapatkan hasil buruk pada awal musim ini. Liverpool terdampar di posisi kesepuluh klasemen sementara dengan 12 poin dari delapan pertandingan.

    Dia dipecat pada Ahad lalu setelah anak asuhnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan rival sekota, Everton. Namun pemecatan ini membuat kantong Rodgers tebal, karena dia mengantongi pesangon 7 juta pound sterling atau sekitar Rp 140 miliar.

    Rodgers mengencani Charlotte Searle sejak setahun terakhir. Mantan pegawai Liverpool itu dikabarkan sebagai orang ketiga yang membubarkan pernikahan Rodgers dengan istrinya, Susan. Bersama Susan, pria asal Irlandia Utara itu memiliki seorang putra dan seorang putri.

    MIRROR | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.