Tak Kantongi Izin, Kualifikasi Pra PON Batal Digelar

Reporter

Penjaga gawang tim Pra PON DIY Tito Rama berusaha menangkap bola, saat pertandingan uji coba antara Timnas U 19 dan tim Pra PON DIY di Yogyakarta, (7/2). Timnas U 19 menang menang 3-2 atas tim Pra PON DIY yang bermain 10 orang. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Pertandingan cabang olahraga sepak bola babak kualifikasi PON XIX Zona Jawa di Stadion Jatidiri Semarang, Jateng, dibatalkan karena izin pertandingan dicabut oleh pihak kepolisian.

Pada pertandingan hari pertama Selasa ini mempertandingankan antara tuan rumah Jawa Tengah melawan DI Yogyakarta tetapi dibatalkan meskipun kedua tim sudah berada di lapangan di Stadion Jatidiri untuk melakukan pemanasan.

Bahkan, perangkat pertandingan juga sudah berada di lapangan termasuk penonton kedua tim juga sudah berada di Stadion Jatidiri,

Tim-tim lain yang bertanding di Zona Jawa juga sudah berada di Semarang untuk persiapan menjalani pertandingan seperti Banten dan DKI Jakarta, sedangkan Jawa Timur belum datang karena menurut jadwal mereka baru memainkan pertandingan pada Kamis (8/10).

Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Tengah Johar Lin Eng mengatakan begitu Jawa Tengah ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara babak kualifikasi PON XIX tersebut pada Kamis (1/10) oleh induk organisasi olahraga sepak bola di Tanah Air tersebut langsung bergerak cepat untuk mengurus segala sesuatunya.

Pada Jumat (2/10) malam langsung mengurus ke perizinan kepada aparat kepolisian mulai dari polsek, polres, dan akhirnya mendapat rekomendasi dari POlda Jawa Tengah. "Tetapi ternyata Selasa siang ini, rekomendasi dari Polda Jateng ditarik kembali dan dinyatakan bahwa seluruh pertandingan tidak diizinkan," katanya.

Setelah tidak diizinkan untuk menggelar pertandingan, kata dia, dirinya meminta supaya kedua tim yang berada di lapangan untuk diberikan izin melakukan pertandingan uji coba atau persahabatan karena semua sudah siap termasuk penontonnya sudah ada, tetapi juga tidak dizinkan.

Dengan peristiwa seperti ini, menurut Johar Lin Eng, ini merupakan pukulan dan menyesakkan karena petandingan-pertandingan ini tujuannya adalah untuk menyukseskan pesta olahraga multievent empat tahunan di Jawa Barat pada 2016 mendatang.

Ia mengatakan, pembinaan pemain amatir seharusnya mendapat dukungan dari pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional, tetapi di menit-menit akhir justru bertentangan dengan undang-undang tersebut. "Ini tentunya mematikan pembinaan sepak bola," katanya.

Padahal, lanjut dia, tim-tim peserta babak kualifikasi sepak bola Zona Jawa ini sudah melakukan cukup lama seperti Jatim mempersiapkan diri selama tiga tahun, Jateng sekitar dua tahun, DKI Jakarta, Banten, dan DI Yogyakarta juga sudah melakukan persiapan dengan matang.

"Sebagai tuan rumah kami minta maaf kepada tim-tim peserta dan berharap kejadian ini yang terakhir dan tidak terulang di daerah-daerah lain. Kami berharap ada solusi yang baik," katanya.

Wakil tim dari Banten Suyono mengatakan, kejadian ini di luar dugaan karena timnya sudah melakukan persiapan yang matang. "Kami minta diberikan solusi yang baik, jangan diombang-ambingkan," katanya.

Wakil tim dari DI Yogyakarta Ediyanto mengatakan, tentunya kejadian ini sangat mengecewakan dan dirinya merasa shock. "Tentunya kami-kami ini harus membuat petisi atau minta surat pertanggungan kepada KONI Pusat," katanya.

Perwakilan dari Tim Jawa Timur Itong Nurcahyo mengatakan, timnya sama dengan apa yang dikemukakan oleh Banten dan DI Yogyakarta. "Kita serahkan kepada KONI Pusat dan PSSI," katanya.

Sedangkan dari DKI Jakarta melalui Sofyan Nur mengatakan timnya sebenarnya sudah melakukan persiapan untuk bisa berpartisipasi pada PON mendatang.

Dari Jateng melalui Eko Wahyudi mengatakan, kejadian ini dirinya shock dan juga malu kepada tim-tim yang sudah hadir di sini. "Kami ingin menjadi tuan rumah dengan harapan sukses penyelenggaraan dan prestasi akhirnya sirna," katanya.

"Sebagai tuan rumah tentunya akan kami kembalikan kepada mereka yang menunjuk kami," kata Johar Lin Eng.

ANTARA






Menpora Amali: Lima Sukses untuk PON XXI Aceh-Sumut

25 Februari 2022

Menpora Amali: Lima Sukses untuk PON XXI Aceh-Sumut

Menpora berharap sukses prestasi di PON Aceh-Sumut harus diperoleh melalui pembinaan bukan mengambil atlet yang dibina sejak dini oleh daerah lain.


Menpora Amali Beri Bantuan Alat Olahraga untuk Aceh

24 Februari 2022

Menpora Amali Beri Bantuan Alat Olahraga untuk Aceh

Menpora berpesan agar peralatan untuk cabang olahraga panahan dan pencak silat itu dapat dimanfaatkan dengan baik.


Menpora: PON 2024 Bersejarah, Pertama Kali Digelar di 2 Provinsi

23 Februari 2022

Menpora: PON 2024 Bersejarah, Pertama Kali Digelar di 2 Provinsi

Menpora Zainudin Amali menyatakan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara merupakan yang pertama kali digelar di dua provinsi.


Anies Baswedan Serahkan Bonus buat Atlet DKI Peraih Medali PON dan Peparnas

28 Desember 2021

Anies Baswedan Serahkan Bonus buat Atlet DKI Peraih Medali PON dan Peparnas

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan bonus kepada atlet dan pelatih peraih medali di PON dan Peparnas Papua.


Pelatih NTB Protes dan Buat Keributan dalam Acara Pembagian Bonus PON Papua

29 Oktober 2021

Pelatih NTB Protes dan Buat Keributan dalam Acara Pembagian Bonus PON Papua

Sejumlah pelatih Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk PON Papua melakukan protes, yang kemudian diwarnai keributan, saat pemberian bonus.


PON Papua Ditutup, Sampai Jumpa Lagi di Ufuk Barat

16 Oktober 2021

PON Papua Ditutup, Sampai Jumpa Lagi di Ufuk Barat

Pekan Olahraga Nasional ke-20 atau PON Papua sudah berakhir pada Jumat 15 Oktober. Yang berikutnya akan hadir di Aceh dan Sumatera Utara.


PON Papua Ditutup, Tongkat Estafet Tuan Rumah Diserahkan kepada Aceh dan Sumut

15 Oktober 2021

PON Papua Ditutup, Tongkat Estafet Tuan Rumah Diserahkan kepada Aceh dan Sumut

Atlet dan ofisial masing-masing kontingen bersuka cita dalam defile penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.


Jawa Barat Juara Umum di Papua, Simak Daftar Juara Sepanjang Sejarah PON

15 Oktober 2021

Jawa Barat Juara Umum di Papua, Simak Daftar Juara Sepanjang Sejarah PON

Kontingen Jawa Barat berhasil menjadi juara umum dalam Pekan Olahraga Nasional XX atau PON Papua.


Daftar Akhir Perolehan Medali PON Papua: Jawa Barat Juara Umum, DKI Posisi Kedua

15 Oktober 2021

Daftar Akhir Perolehan Medali PON Papua: Jawa Barat Juara Umum, DKI Posisi Kedua

PON Papua akan ditutup pada Jumat ini, 15 Oktober. Kontingen Jawa Barat keluar sebagai juara umum. DKi Jakarta menempati posisi kedua.


Adityo Restu Putra Sapu Bersih 5 Emas Loncat Indah PON Papua

14 Oktober 2021

Adityo Restu Putra Sapu Bersih 5 Emas Loncat Indah PON Papua

Atlet loncat indah DKI Jakarta Adityo Restu Putra merajai arena lomba loncat indah PON Papua. Dalam lima hari beruntun, ia terus mendulang medali emas