Nainggolan Antar Belgia Tembus Piala Eropa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Colombia Luis Amaranto Perea, bertarung berebut bola dengan pemain Belgia Nicolas Lombaerts pada pertandingan persahabatan si Stadion King Baudouin (14/11). REUTERS/Francois Lenoir

    Pemain Colombia Luis Amaranto Perea, bertarung berebut bola dengan pemain Belgia Nicolas Lombaerts pada pertandingan persahabatan si Stadion King Baudouin (14/11). REUTERS/Francois Lenoir

    TEMPO.CO, Jakarta - Belgia mengamankan tiket Piala Eropa 2016 setelah menghancurkan Andorra dengan skor 4-1 melalui dua gol pada masing-masing babak, termasuk satu gol dari Laurent Depoitre pada debutnya, untuk memuncaki klasemen kualifikasi Grup B pada Sabtu.

    Dengan situasi pemuncak klasemen sebelumnya Wales kalah 0-2 dari Bosnia, Belgia bisa tetap memuncaki klasemen grup jika meraih kemenangan kandang atas Israel pada Selasa mendatang (13/10/15).

    Tim tamu mengendalikan permainan sejak awal, dimana Radja Nainggolan membuka keunggulan pada menit ke-19. Kevin De Bruyne kemudian mengubah skor menjadi 2-0 melalui tendangan bebas dari jarak 20 meter sebelum turun minum.

    Tuan rumah mampu mencetak gol pada menit ke-51 ketika Ildefons Lima mengkonversi penalti, yang didapat berkat pelanggaran bek Jan Vertonghen terhadap pemain Andorra Victor Moreira.

    Belgia memastikan raihan tiga angka sekaligus satu tempat di Prancis dengan sepakan penalti Eden Hazard sebelum Depoitre mengemas gol internasional pertamanya.

    Hazard punya peluang mengubah skor menjadi 5-1 pada menit ke-78 melalui penalti, namun kali ini kiper Andora Ferran Pol mampu menyelamatkan gawangnya dengan baik.

    "Anda harus kemari dan menang. Hal terpenting adalah tidak seorang pun cedera," kata De Bruyne kepada televisi negeri Belgia VRT.

    Belgia, yang menembus perempat final Piala Dunia 2014, akan bermain di Piala Eropa untuk pertama kalinya sejak 2000 ketika mereka bertindak sebagai tuan rumah bersama dengan Belanda.

    Terakhir kalinya Belgia lolos ke final adalah pada 1984, demikian Reuters.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.