Menpora Imam Nahrawi Ambil Pelatih Serbia Tukangi Timnas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Indonesia U23, Evan Dimas (kiri) di kawal ketat pemain Bina Marga saat berlaga di Liga Ramadhan, Makassar, 25 Juni 2015.  Akibat dibekukannya PSSI oleh Menpora, sejumlah klub ISL bermain pada Liga Ramadan bersama sejumlah klub sepak bola se-Makassar. TEMPO/Iqbal Lubis

    Pemain Timnas Indonesia U23, Evan Dimas (kiri) di kawal ketat pemain Bina Marga saat berlaga di Liga Ramadhan, Makassar, 25 Juni 2015. Akibat dibekukannya PSSI oleh Menpora, sejumlah klub ISL bermain pada Liga Ramadan bersama sejumlah klub sepak bola se-Makassar. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berharap pelatih sepak bola asal Serbia bisa melatih timnas Indonesia setelah kedua negara melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) kerja sama bidang olahraga dan kepemudaan.

    Penandatanganan MOU di antara kedua negara itu dilakukan langsung oleh Menpora Imam Nahrawi dan Menpora Serbia Vanja Udovicic di Beograd, Serbia, Senin, 12 Oktober 2015. Demikian yang tertuang dalam siaran pers yang diterima media di Jakarta, Selasa.

    Hubungan Indonesia dengan negara yang sebelumnya menjadi bagian dari Yugoslavia itu terbilang cukup lama. Bahkan, pada era 50-60-an, ada seseorang bernama Toni Pogacnik yang cukup dikenal di Indonesia karena masuk dalam agenda kebangkitan sepak bola nasional.

    Pogacnik selama mengasuh timnas Indonesia memang belum membuat prestasi stabil. Namun, menurut beberapa catatan yang ada, dia mampu membawa timnas Indonesia meraih perunggu pada Asian Games 1954 dan 1958. Timnas juga mampu menahan imbang Uni Soviet pada Olimpiade Melbourne 1956.

    "Saat itu prestasi sepak bola Indonesia sangat membanggakan. Mudah-mudahan, ke depan, pelatih dari Serbia dapat melatih di Indonesia," kata Imam Nahrawi.

    Keinginan Menpora kelahiran Sampang, Madura, ini disambut Menpora Serbia Vanja Udovicic. Menteri berusia 33 yang merupakan mantan atlet ini berharap keinginan Indonesia itu dituangkan dalam salah satu butir plan of action setelah MOU ditandatangani.

    "Dalam waktu dekat, kami akan mengirim draf plan of action sebagai tindak lanjut MOU ini. Tentunya kami juga berharap hal yang sama dari pemerintah Indonesia," kata Menpora Vanja Udovicic, yang merupakan mantan atlet polo air.

    Pada pertemuan tersebut, Indonesia menawarkan kerja sama meningkatkan olahraga, terutama cabang bulu tangkis dan pencak silat. Selain itu, dibahas masalah kepemudaan kedua negara.

    Kerja sama olahraga dan kepemudaan dengan negara lain memang terus digalakkan. Sebelum ke Serbia, Kemenpora juga sudah melakukan kerja sama bidang olahraga dan kepemudaan dengan Iran.

    Pada era Menpora Roy Suryo, kerja sama bidang olahraga dan kepemudaan juga dilakukan, di antaranya dengan Spanyol dan Bulgaria. Di sela penandatanganan kerja sama juga dilakukan pertandingan ekshibisi pencak silat yang diikuti atlet nasional.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.