Final Piala Presiden, Emil Dukung Bobotoh Persib ke Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporte Persib Bandung, Bobotoh, memberikan dukungan tim kesayangannya saat melawan Lao FC pada pertandingan AFC Cup 2015 di Stadion Sijalak Harupat, Bandung, 18 Maret 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Suporte Persib Bandung, Bobotoh, memberikan dukungan tim kesayangannya saat melawan Lao FC pada pertandingan AFC Cup 2015 di Stadion Sijalak Harupat, Bandung, 18 Maret 2015. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berharap suporter Persib Bandung, yang dikenal dengan sebutan bobotoh, bisa mendukung langsung tim kesayangan mereka, Persib Bandung, dalam laga final Piala Presiden 2015 melawan Sriwijaya FC. Pertandingan final itu akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 18 Oktober 2015.

    Ridwan Kamil, yang akrab disapa Emil, akan berkoordinasi dengan perwakilan dan pentolan organisasi suporter, Viking Persib Fans Club, agar para bobotoh bisa datang ke Jakarta dan pulang ke Bandung dengan aman. Mengingat sampai saat ini perseteruan antara bobotoh dan The Jakmania masih terus berlangsung. Perseteruan klasik ini sering memakan korban jiwa.

    "Besok Rabu saya rapat dengan Viking untuk memastikan cara yang nyaman dan baik," kata Ridwan Kamil di Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa, 13 Oktober 2015.

    Sebenarnya, Ridwan Kamil melanjutkan, kepergian bobotoh ke Jakarta untuk mendukung Persib bukan kewenangan Pemerintah Kota Bandung. Namun, karena merasa sebagai bobotoh juga, Emil akan berusaha memfasilitasi semampunya.

    Selagi proses koordinasi berjalan, Ridwan Kamil meminta agar bobotoh tidak melakukan provokasi. "Saya di Bandung akan memastikan agar bobotoh tidak ada provokasi. Tapi biasanya juga enggak. Kita lihat saja waktu di Palembang, kita pasif. Untuk bobotoh, saya mohon tidak ada hal-hal yang mengundang," tuturnya.

    Pada dasarnya, Ridwan Kamil menyambut baik final Piala Presiden 2015 digelar di Stadion GBK. Namun pihak keamanan, khususnya kepolisian, harus bisa menjamin keamanan suporter serta menghindari bentrokan antar-suporter.

    "Itu kan keputusan Presiden, saya hormati saja. Saya hanya titip, kalau di sana, faktor keamanan jangan disepelekan karena ada fakta terjadinya dinamika di antara dua suporter," ujar Ridwan Kamil.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.