Arsenal Incar Gelandang Sayap Muda Ajax

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Arsenal Alexis Sanchez melakukan selebrasi usai mencetak gol ketiga ke gawang Manchester United saat berlaga di Liga Premier Ingrgis di stadion Emirates di London, Inggris, 4 Oktober 2015. REUTERS

    Pemain Arsenal Alexis Sanchez melakukan selebrasi usai mencetak gol ketiga ke gawang Manchester United saat berlaga di Liga Premier Ingrgis di stadion Emirates di London, Inggris, 4 Oktober 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Arsenal Arsene Wenger dikabarkan mengincar gelandang sayap Ajax Amsterdam, Riechedly Bazoer, dalam bursa transfer musim dingin Januari mendatang. Laman Mirror.co.uk melaporkan bahwa Wenger sudah mengirim pemandu bakatnya untuk memantau penampilan Bazoer.

    Bazoer disebut-sebut sebagai salah satu talenta muda terbaik Belanda saat ini. Arsenal sebenarnya sudah mengincar pemain 19 tahun itu sejak tiga tahun lalu. Namun Bazoer lebih memilih Ajax.

    Meskipun baru berusia 19, Bazoer sudah mendapat kepercayaan tampil di tim senior Belanda. Pelatih Danny Blind memanggilnya dalam dua laga terakhir kualifikasi Piala Eropa yang dijalani tim Oranye. Di Ajax, dia juga sudah bermain secara reguler.

    Arsene Wenger sebelumnya kecolongan dari Manchester United dalam transfer penyerang Anthony Martial. Martial, yang disebut-sebut sebagai Thierry Henry kedua, diboyong MU dari Monako dengan harga 36 juta pound sterling. Padahal Wenger mengatakan dia sudah pernah mengajukan tawaran ke Monako, dan mereka menyatakan tak menjual Martial dalam waktu dekat.

    Arsenal juga dikabarkan sudah memperpanjang sejumlah pemain kunci mereka. Gelandang asal Jerman, Mesut Ozil, kabarnya sudah menandatangani kontrak baru, sementara penyerang Alexis Sanchez masih dalam proses negosiasi.

    MIRROR | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.