Lokasi Final Piala Presiden Tak Pasti, Persib Terganggu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persib Bandung Djajang Nurjaman memberi pengarahan saat latihan fisik di Bandung, Jawa Barat, 4 Agustus 2015. Skuad Maung Bandung kembali berlatih untuk menghadapi laga hari jadi Arema Cronous bersama 12 tim profesional lainnya. TEMPO/Prima Mulia

    Pelatih Persib Bandung Djajang Nurjaman memberi pengarahan saat latihan fisik di Bandung, Jawa Barat, 4 Agustus 2015. Skuad Maung Bandung kembali berlatih untuk menghadapi laga hari jadi Arema Cronous bersama 12 tim profesional lainnya. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Persib Bandung sedang dalam performa terbaiknya menjelang laga final Piala Presiden kontra Sriwijaya FC yang kemungkinan besar bakal dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Ahad, 18 Oktober 2015. Namun, kondisi itu sedikit tercoreng akibat ketidakpastian lokasi di gelarnya partai final nanti.

    Pelatih kepala Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, mengatakan ketidakpastian lokasi digelarnya laga final nanti cukup mengganggu jadwal latihan yang dia terapkan kepada anak asuhnya.

    "Menganggu lah makanya kita tunggu hari ini jangan sampai besok," kata Djadjang kepada awak media di lapangan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu, 14 Oktober 2015. "Agak terganggu karena saya harus menyesuaikan jadwal latihan,"

    Djanur, begitu panggilan akrab Djadjang, mengaku cukup kewalahan karena penentuan tempat digelarnya partai final tak kunjung ada kepastian. Kemungkinannya ada dua opsi venue yang tengah disiapkan operator Piala Presiden, Mahaka Sports and Entertainment. Opsi pertama yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno, sedangkan opsi kedua rencananya pertandingan akbar itu berencana dihelat di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

    "Berdampak pada program latihan yang saya berikan pada anak-anak, misalnya kalau harus pergi ke Bali kita ganti lagi programnya," katanya.

    Namun, kata Djanur, dia tetap memberikan porsi latihan normal kepada anak asuhnya. Atep cs tetap melahap materi yang disiapkan Djanur seperti biasanya. Dia pun tengah mengarahkan pemain agar tidak terbawa ketidakpastian pemilihan masalah venue itu.

    "Kalau mental gak keganggu, pemain gak usah mikir terlalu jauh, ikut saja apa yang saya instruksikan. Cuma program latihan yang kalau belum ada keputusan jadi terganggu," ucapnya.

    Atep cs pun, tutur dia, masih tetap antusias dalam melakoni latihan. Makanya, Djanur tetap optimistis dalam laga kontra Laskar Wong Kito--julukan Sriwijaya, Persib mampu keluar menjadi pemenang dan berhasil mengangkat trofi juara.

    "Latihan tetap fokus pada kematangan kemudian anak-anak antusias sejauh ini saya senang. Lihat kondisi pemain mereka punya semangat, antusias itu yang penting, kita harus jaga itu," tuturnya.

    Sementara itu, salah satu pemain Persib, Makan Konate, mengaku optimistis Maung Bandung--julukan Persib, bisa mengatasi perlawanan Titus Bonai cs. "Kita semua termotivasi, kita bicara sama pemain juga sampai final, itu bagus sampai juara tidak menang tidak masalah, saya harap target kita bisa juara," katanya.

    AMINUDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?