Final Persib Kontra Sriwijaya, Ini Skenario Pengamanannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rombongan Persib yang didampingi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil diarak oleh ribuan bobotoh menuju mess Persib di Jalan Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Sabtu 8 November 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Rombongan Persib yang didampingi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil diarak oleh ribuan bobotoh menuju mess Persib di Jalan Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Sabtu 8 November 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta -Final sepak bola Presiden 2015 yang mempertemukan klub Persib Bandung dengan Sriwijaya FC akan dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/10). Bagaimana persiapan pengamanannya? 

    "Dari awal pertandingan ini kita sudah mengomunikasikan kepada seluruh klub, bahwa pertandingan final akan dilakukan di GBK, tanpa kita tahu siapa yang akan melaju ke final. Ternyata yang melaju ke final Persib dengan Sriwijaya," kata CEO Mahaka, Hasani Abdulgani, sebagai panitia pelaksana Piala Presiden 2015 pada saat konferensi pers di Jakarta, Rabu.

    Mengenai keamanan, dia percaya kepada aparat dapat menjaga agar suasana pertandingan kondusif.

    Dia juga yakin Bobotoh (pendukung Persib Bandung), akan tertib walau final di Jakarta yang menjadi "markas" Jakmania. Keduanya, Bobotoh dan Jakmania, sangat fanatik pada pujaan masing-masing. 

    "Saya selalu memandang positif, ini adalah pertandingan sepak bola masa depan, jadi tidak perlu terganggu dengan masalah masa lalu, semua ingin turnamen selesai secara baik," kata dia.

    Untuk menjamin ketertiban dan keamanan pertandingan final itu, Polda Metro Jaya menetapkan Siaga 1.

    "Yang diwaspadai adalah pendukung karena jumlahnya besar, kami berkomunikasi kepada semua pendukung agar mendukung pelaksanaan ini," kata Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian.

    30.000 anak buahnya akan digelar dengan status Siaga 1, masih ditambag 10.000 di Gelora Bung Karno dan sekitarnya. 

     


    Masih belum cukup? 1.000 personel Brigade Mobil Kepolisian Indonesia akan mendukung bersama semua personel Polres di Polda Metro Jaya, yang juga dikerahkan di wilayah masing-masing. Rute-rute kehadiran dan kepulangan juga telah dipersiapkan dan diamankan sedemikian rupa. 

    Polda Metro Jaya juga masih didukung 2.000 personel Kodam Jaya, plus Satuan Polisi Pamong Praja, dan lain-lain. 

    "Kami bekerjasama dengan Polda Jawa Barat yang akan mendampingi pendukung Persib Bandung dari awal berangkat hingga pulang," kata Oktavian.

    Polisi juga akan merazia barang-barang yang dibawa pendukung, di antaranya minuman keras, narkoba, senjata api, laser point, senjata tajam, kembang api, dan juga petasan sebelum para pendukung memasuki Stadion Gelora Bung Karno. 

     


    Tidak kalah penting juga aksesoris pribadi, semisal gesper alias tali pinggang yang bisa menjadi senjata tawuran. 

    Untuk pendukung yang datang sendirian Tito menyarankan untuk tidak mempergunakan baju seragam pendukung saat di perjalanan.

    "Demi keamanan,  kami sarankan mereka baru menggunakan seragam setelah ada di dalam stadion saja," kata Oktavian.

    Sementara itu tempat pertandingan antara Arema Malang dengan Mitra Kukar yang memperebutkan gelar juara ketiga belum ditentukan.

    "Kalaupun di GBK akan dilaksanakan pada Minggu siang, atau dilaksanakan di tempat lain, yaitu di Bali atau di Solo," kata Ketua Komite Pengarah Piala Presiden 2015, Maruarar Sirait.

    ANTARA



    Berita Menarik Lain:
    Masa Depan Juergen Klopp Sangat Cerah Di Liverpool, Ini Alasannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.