Gareth Bale Ternyata Hampir Bela Timnas Inggris  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Wales, Gareth Bale, berselebrasi atas kemenangan timnya atas Belgia di laga fase grup B kualifikasi Piala Eropa di Stadion Cardiff, Wales, Sabtu dinihari WIB, 13 Juni 2015. David Davies/PA via AP

    Pemain Timnas Wales, Gareth Bale, berselebrasi atas kemenangan timnya atas Belgia di laga fase grup B kualifikasi Piala Eropa di Stadion Cardiff, Wales, Sabtu dinihari WIB, 13 Juni 2015. David Davies/PA via AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemain termahal dunia, Gareth Bale, mengungkapkan pernah ditawari asosiasi sepak bola Inggris, FA, untuk membela tim nasional negara Ratu Elizabeth itu. Penawaran tersebut muncul saat dia masih berumur 15, atau sebelas tahun lalu.

    Saat itu, Bale yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas Whitchurch di Cardiff mendapatkan tawaran dari FA untuk masuk tim nasional Inggris U-16. Dia mengaku sempat tertarik dengan tawaran itu sebelum kemudian menolaknya.

    "Saya masih sangat muda saat itu. Agen saya juga terlibat dalam pembicaraan satu-dua detik tersebut," ujarnya.

    Bale akhirnya menolak tawaran itu karena rasa nasionalismenya terhadap Wales. Meskipun memiliki nenek yang berasal dari Inggris, Bale mengaku darah Wales-nya masih lebih kental.

    "Saya mengatakan stop, hal itu tak akan pernah terjadi. Saya berasal dari Wales dan saya mencintai Wales. Semua orang tahu bagaimana saya sangat cinta bermain untuk Wales. Nenek saya adalah orang Inggris, tapi saya orang Wales," tuturnya.

    Penyerang Real Madrid itu mengaku bangga dengan keputusannya tersebut. Alasannya, dengan keputusan itu, dia bisa membawa Wales ke putaran final Piala Eropa pertama kali dalam 58 tahun. Dia menyumbangkan tujuh dari sebelas gol yang dicetak Wales dalam kualifikasi dan menyumbang tiga assist.

    Kini Bale berharap Wales bisa bertemu Inggris pada putaran final. Bahkan dia bisa melawan rekan setimnya, Cristiano Ronaldo, jika Wales berada satu grup dengan Portugal.

    Bale mengatakan Wales saat ini berbeda dengan tim sebelumnya. Mereka saat ini bermain dengan kolektivitas yang tinggi karena sudah saling mengenal dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, kekompakan tim di dalam dan luar lapangan sangat terjaga.

    "Banyak dari skuad ini sudah bersama selama delapan atau sembilan tahun terakhir, dan kami sudah sangat mengenal satu sama lain seperti layaknya saudara. Kami berjuang bersama dan memiliki semangat yang sama seperti itu. Sungguh sesuatu yang sangat spesial," katanya.

    MIRROR | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?