Usai Final, Jokowi Undang Persib dan Sriwijaya FC ke Istana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Sriwijaya FC Titus Bonai menjalani sesi latihan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 17 Oktober 2015. Final Piala Presiden 2015 akan berlangsung pada Ahad, 18 Oktober esok hari. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Pemain Sriwijaya FC Titus Bonai menjalani sesi latihan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 17 Oktober 2015. Final Piala Presiden 2015 akan berlangsung pada Ahad, 18 Oktober esok hari. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan mengundang semua tim peserta Piala Presiden 2015 untuk hadir di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2015, atau sehari setelah final antara Sriwijaya FC melawan Persib Bandung berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan.

    "Jadi Bapak Presiden mengundang semua tim peserta Piala Presiden, dari pemain, pelatih, pemilik klub, wasit, serta panitia untuk hadir di Istana," kata Maruarar Sirait, Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden, dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu.

    Dia berharap, setelah pertandingan final selesai, baik tim Persib Bandung maupun Sriwijaya FC tidak buru-buru pulang meninggalkan Jakarta agar bisa menghadiri undangan Presiden. "Jadi untuk Pak Umuh (Manajer Persib) dan Pak Robert (Manajer Sriwijaya FC) jangan buru-buru pulang, ya," ujar Maruarar.

    Piala Presiden 2015 dinilai menjadi sejarah baru sepak bola Indonesia. Bukan hanya karena mendapat apresiasi dari banyak kalangan, tapi juga menjadi pengalaman baru bagi para pemain. Bagi pemain, kesuksesan Piala Presiden ini tak lepas dari tangan dingin Ketua SC Maruarar Sirait.

    Menurut kapten kesebelasan Persib Bandung, Atep Rizal, Maruarar adalah sosok yang memiliki keteladanan dan tipe pemimpin yang mau turun langsung untuk memperhatikan kemajuan olahraga Indonesia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.