Benzema: Madrid Klub Terbaik, Kenapa Saya Mesti Pindah?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Real Madrid, Karim Benzema mencetak gol ke gawang Atletico Madrid dalam derbi La Liga Spanyol di kandang Atletico, 4 Oktober 2015. Pertandingan berakhir imbang 1-1. AP/Daniel Ochoa de Olza

    Pemain Real Madrid, Karim Benzema mencetak gol ke gawang Atletico Madrid dalam derbi La Liga Spanyol di kandang Atletico, 4 Oktober 2015. Pertandingan berakhir imbang 1-1. AP/Daniel Ochoa de Olza

    TEMPO.CO, Jakarta - Karim Benzema membantah rumor bahwa ia akan pindah dari Real Madrid ke Arsenal. Menurutnya, merumput di Real Madrid merupakan puncak karier dalam dunia sepak bola.

    Benzema mengaku tertawa geli ketika mendengar rumor yang menyebut ia akan pindah ke Arsenal. "Seperti setiap musim panas, saya menertawakannya bersama saudara dan teman-teman saya. Kami menunggu media muncul dengan rumor ini," katanya, seperti diberitakan Journal du Dimanche.

    Karim bahkan sesumbar, ia tidak memiliki alasan keluar dari Real Madrid. "Saya kira Real dan Barca merupakan puncak (karier) dalam sepak bola. Kenapa saya pindah?," ucapnya. Ia bahkan mengaku, Real Madrid merupakan klub terbaik di dunia.

    Benzema mulai bergabung dengan Real Madrid pada 2009-2010. Real Madrid membelinya dari klub Prancis, Lyon dengan nilai transfer mencapai 35 juta dolar Euro atau Rp 536 miliar. Ia menandatangani kontrak selama enam tahun dengan klub asal Spanyol tersebut.

    Pada 2014, Real Madrid mengganjar Benzema dengan perpanjangan kontrak selama lima tahun. Ia akan bertahan di klub Spanyol itu hingga 2019.

    Saat ini, pemain Prancis itu tengah berada dalam kondisi cedera. Ia diperkirakan baru mulai pulih dalam dua minggu ke depan. Jumat, 16 Oktober 2015, Benzema berlatih bersama rekan setimnya yang juga cedera, Luka Modric.

    Pemain berusia 27 tahun itu mencetak tujuh gol dalam delapan pertandingan La Liga terakhir. Ia rata-rata mencetak 20 gol untuk setiap musim dalam lima tahun terkahir.

    DAILY MAIL | GURUH RIYANTO

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.