Jokowi Lipat Gandakan Hadiah Piala Presiden 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di final Piala Presiden 2015. Instagram.com/@Ridwankamil

    Dari kiri: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di final Piala Presiden 2015. Instagram.com/@Ridwankamil

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo berharap hadiah Piala Presiden 2016 dapat dilipatgandakan, sehingga mendorong perkembangan sepak bola di Indonesia yang lebih baik.

    "Saya harapkan hadiah Piala Presiden 2016 dilipatgandakan," kata Presiden Jokowi dalam silaturahmi dengan peserta Piala Presiden 2015 di Istana Negara Jakarta, Senin, 19 Oktober 2015.

    Presiden menyebut penyelenggaraan Piala Presiden 2015 sudah mendapat kepercayaan dari masyarakat sehingga mudah mencari sponsor. "Saya berharap tidak hanya piala ini yang dapat nama, tapi juga piala-piala lain, sehingga sepak bola nasional berkembang," katanya.

    Presiden juga akan menyelesaikan urusan keanggotaan Indonesia di FIFA. "Dengan FIFA juga akan kita urus. Kemarin malam saya kira perwakilan FIFA juga menonton pertandingan final itu," katanya.

    Presiden menyatakan senang sekali bisa bertemu dengan seluruh pemain, pengurus klub, dan panitia Piala Presiden 2015. "Saya sampaikan selamat kepada juara satu Persib Bandung, pelatihnya Kang Jajang Nurjaman, Zulham Zamrun pemain terbaik," katanya.

    Menurut Presiden, industri sepak bola Indonesia dapat berkembang baik kalau dikelola dengan baik, dana tidak lari ke kantong-kantong pribadi tapi ke klub-klub bola.

    Menurut dia, kecintaan masyarakat terhadap sepak bola nasional sangat besar. "Inilah kesempatan, peluang di depan kita. Memang pengelolaan industri sepak bola harus betul-betul profesional, fair play, manajemen baik, misal ada pemain gaplok wasit langsung denda," katanya.

    Ia menilai kalau melihat permainan bagus seperti di final Piala Presiden pada Minggu malam lalu, masak Indonesia rangking 171 di FIFA. "Geleng-geleng kita, kita di bawah negara kecil, padahal kita negara besar, pemain-pemain sangat potensial," katanya.

    Presiden juga menyebutkan pengelolaan dana di Piala Presiden juga akan diaudit. "Saya ingin hadiah untuk Persib Rp 3 miliar, Sriwijaya FC Rp 2 miliar, dan hadiah untuk pemain terbaik Rp 300 juta, ternyata diterima tidak sebesar itu," katanya.

    Hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi dan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2015 Maruarar Sirait.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.