Piala Presiden Usai, Persib Tak Akan Bubarkan Tim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pencetak gol terbanyak Persib, Zulham Zamrun dan Walikota Ridwan Kamil mendapat sambutan hangat bobotoh di Stadion Sidolig, Senin malam, 19 Oktober 2015. Para bobotoh setia menunggu kedatangan juara Piala Presiden 2015 ini hingga tengah malam. TEMPO/Prima Mulia

    Pencetak gol terbanyak Persib, Zulham Zamrun dan Walikota Ridwan Kamil mendapat sambutan hangat bobotoh di Stadion Sidolig, Senin malam, 19 Oktober 2015. Para bobotoh setia menunggu kedatangan juara Piala Presiden 2015 ini hingga tengah malam. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO,Bandung - Turnamen Piala Presiden telah usai. Persib Bandung keluar sebagai juara dan berhak menggondol trofi Piala Presiden menuju Bandung setelah berhasil mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 dalam laga final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Ahad, 18 Oktober lalu.

    Namun bagaimana kelanjutan klub kebanggaan warga Jawa Barat setelah kompetisi yang hanya berlangsung sekitar 2 bulan itu usai? Manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan manajemen tidak akan tergesa-gesa membubarkan skuad berjulukan Maung Bandung itu.

    "Selanjutnya kami standby saja dulu, anak-anak tidak dibubarkan dulu. Yang pada pulang, pulang aja dulu, enggak ada masalah," ujarnya saat dihubungi Tempo, Selasa, 20 Oktober 2015.

    Saat ini, kata dia, manajemen dan segenap pemain diliburkan sementara seusai turnamen Piala Presiden, yang dipromotori Mahaka Sports and Entertainment. "Latihan dan aktivitas lainnya sementara diliburkan dulu 4 hari ya," ujarnya.

    Terkait dengan bonus dan hadiah yang bakal diterima skuad Maung Bandung, Umuh mengaku manajemen dan pemain belum menerima bonus itu. Pasalnya, kata dia, saat ini Mahaka tengah memproses pencairan hadiah yang mencapai Rp 4,2 milyar itu.

    Demikian pula hadiah yang dijanjikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang rencananya akan memberikan bonus prestasi kepada Atep cs senilai kurang-lebih Rp 500 juta.

    "Ya, masih proses kan kalo Wali Kota biasanya suka ada jeda dulu. Ini kan uangnya bukan dari APBD, hanya dari Wali Kota dan warga Bandung karena senang Persib bisa juara lagi, uang kadeudeuh-lah," katanya.

    AMINUDIN AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.