Liga Champions, Drama Di Maria dalam Laga PSG vs Real Madrid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angel Di Maria, menunjukan jersey PSG dengan nomor punggung 11 pada wartawan saat konferensi pers di Paris, Prancis, 6 Agustus 2015. AP/Jacques Brinon

    Angel Di Maria, menunjukan jersey PSG dengan nomor punggung 11 pada wartawan saat konferensi pers di Paris, Prancis, 6 Agustus 2015. AP/Jacques Brinon

    TEMPO.CO, Jakarta - Kenangan manis dan pahit silih berganti melintas di kepala Angel di Maria menjelang laga melawan Real Madrid dalam laga penyisihan Grup A Liga Champions, yang akan berlangsung di Stadion Parc des Princes, Paris, Kamis dinihari nanti.

    "Dalam pertandingan terakhir saya bersama Real Madrid di Santiago Bernabeu, semua penonton di tribun berdiri memberi penghormatan. Sulit melupakan momen manis seperti ini,” kata Di Maria seperti dikutip dari Marca kemarin.

    Di Maria memakai seragam Real Madrid pada musim 2010-2014. Selama periode itu, pemain asal Argentina ini menyumbangkan enam trofi bergengsi, termasuk di antaranya mempersembahkan La Decima atau gelar kesepuluh Liga Champions pada musim 2013/2014.

    Sayang, kariernya di El Real tak berakhir manis. Ia bertengkar dengan Presiden Real Madrid Florentino Perez saat hajatan Piala Dunia 2014. Saat itu Perez mengirim sepucuk surat meminta tim nasional Argentina tak menurunkannya dalam laga final melawan Jerman.

    ”Setelah membacanya, saya langsung merobek surat tersebut. Saya tidak peduli,” ujar Di Maria. Kemarahan pemain 27 tahun ini, antara lain, juga dipicu oleh permintaan kenaikan gajinya yang ditolak Real Madrid.

    Di Maria kemudian terbang ke Inggris untuk meneken kontrak dengan Manchester United pada Agustus 2014. Ia dibeli seharga 59 juta pound sterling dan menjadi pemain termahal di Inggris ketika itu.

    Berbalik dengan angka penjualannya yang meroket, performanya di Old Trafford malah mengkeret. Di Maria hanya mencetak 4 gol dalam 32 penampilan di semua kompetisi. Tak mengherankan jika ia kemudian dilego ke Paris Saint-Germain dalam bursa musim panas 2015.

    Kini, di Paris Saint-Germain-lah Di Maria bermain. Dinihari nanti, ia akan mengambil bagian saat klubnya menjamu Real Madrid. Ini akan menjadi laga yang campur aduk. Emosional, dramatis, sekaligus ajang pembuktian dirinya.

    Meski tetap bertekad mengalahkan Real Madrid, Di Maria mengatakan tidak akan merayakan golnya ke gawang bekas klubnya itu. ”Sebab, jauh di dalam hati, saya sangat menghormati mereka,” katanya.

    ESPN FC | MARCA | FOOTBALL ESPANA | DWI R


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.