Mourinho Terekam Sedang 'Aniaya' Bocah di Jalanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jose Mourinho terlihat di belakang anak yang berfoto selfie. Mirror.co.uk

    Jose Mourinho terlihat di belakang anak yang berfoto selfie. Mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Chelsea, Jose Mourinho, kembali berulah. Kali ini dia terekam kamera sedang mendorong seorang anak sekolah di sebuah jalanan Kota London. Rekaman yang kini beredar di media-media Inggris itu menunjukkan kejadian itu terjadi pada Ahad pekan lalu, sehari setelah Chelsea menang atas Aston Villa dalam laga lanjutan Liga Inggris.

    Dalam rekaman itu, bocah 14 tahun bernama Otto Nahmmacher terlihat sedang merekam dirinya sendiri dengan sebuah kamera di Jalan Knightsbridge, London barat. Entah disengaja atau tidak, Mourinho yang sedang berjalan kaki sambil menelepon seseorang tampak di belakang si bocah.
     
    Mourinho yang sadar masuk dalam rekaman itu mendorong Otto hingga kameranya terguncang. Ayah Otto, Hans, menyatakan kepada harian The Sun bahwa Mourinho sudah kehilangan kewarasannya.

    Pada musim ini, bukan kali ini saja Mourinho berulah. Sebelumnya, dia mengkritik wasit yang memimpin laga Chelsea melawan Southampton. Dia menilai kekalahan Chelsea 3-1 saat itu karena kepemimpinan wasit yang lemah dan takut memberikan penalti kepada timnya. Atas kritik itu, Mourinho mendapat skorsing satu pertandingan plus denda 50 ribu pound sterling atau sekitar Rp 1 miliar dari Asosiasi Sepak Bola Inggris.

    Kemarin Mourinho juga berulah setelah Chelsea hanya bermain imbang melawan Dynamo Kyiv dalam laga lanjutan Liga Champions. Dia kembali mengkritik wasit yang tak memberikan penalti kepada timnya ketika Cesc Fabregas dijatuhkan Serhiy Rybalka di kotak penalti. Dia menyebut wasit Dami Skomina yang memimpin laga tersebut lemah dan naif.

    MIRROR | FEBRIYAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.