Rasisme, Pemain Kulit Hitam Kecil Peluang Jabat Manajer Klub  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester United, Anthony Martial merayakan golnya ke gawang CSKA Moscow selama pertandingan Liga Champions Grup B di Moskow , Rusia, 22 Oktober 2015. Action Images via Reuters/Andrew Boyers

    Pemain Manchester United, Anthony Martial merayakan golnya ke gawang CSKA Moscow selama pertandingan Liga Champions Grup B di Moskow , Rusia, 22 Oktober 2015. Action Images via Reuters/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Rasisme menghambat peluang ras minoritas menjadi pelatih profesional di tim sepak bola Inggris. Kelompok ras minoritas, seperti kulit hitam, bahkan memiliki peluang jauh lebih kecil untuk menjadi manajer klub. Diperkirakan butuh tiga dasawarsa untuk memperbaikinya.

    Lembaga penelitian Sports People's Think Tank melaporkan, jumlah pelatih sepak bola di Inggris dari ras minoritas tidak mewakili jumlah pemain dari kelompok sosial itu. Pelatih klub bola profesional dari ras minoritas hanya berjumlah 23 dari 552 posisi pelatih tingkat tinggi. Artinya, hanya empat persen posisi pelatih dijabat oleh ras minoritas, meski 25 persen pemain berasal dari latar belakang ini.

    Angka itu menunjukan tren pertumbuhan yang lambat menuju kesetaraan. Tahun lalu, penelitian serupa menemukan hanya 19 orang dari kelompok ras minoritas menjabat posisi pelatih penting di jagad sepak bola Inggris. Peneliti Universitas Loughborough, Steven Bradbury, menyebutkan pertumbuhan laju dalam 12 bulan itu diperkirakan butuh 31 tahun sebelum ras minoritas dapat tercerminkan dengan tepat.

    Dalam penelitian pada 2015, hanya enam orang dari ras minoritas yang menjabat posisi manajer. Padahal ada 72 klub sepak bola merumput di Liga Inggris.

    Laporan Think Tank itu menyimpulkan, diskriminasi rasial membatasi peluang ras minoritas untuk menjadi pelatih klub profesional. "Jika Anda pemain kulit hitam yang mengakhiri karier, Anda berpikir, 'Baiklah, tidak ada peluang saya sebagai manajer', dan statistik membuktikan itu," kata pendiri lembaga kajian, Jason Robert.

    Bekas penyerang Reading, Blackburn, dan Wigan percaya diskriminasi itu merugikan klub sepak bola Inggris. Sebab, mereka kehilangan kesempatan mendapat manajer terbaik.

    Bekas bek Birmingham Michael Johnson membenarkan penelitian itu. Pelatih berkulit hitam itu menunggu hingga empat tahun untuk mendapatkan peluang bekerja di Klub Cardiff City. Baginya, peluang melatih bagi minoritas nyaris tertutup. "Kulit putih dan generasi tua menguasai jalannya sepak bola. Anda menemukan ada semacam norma di sana," katanya.


    BBC | GURUH RIYANTO

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.