Sengketa Hukum Dualisme Persebaya di Pengadilan Masih Alot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Persebaya Surabaya, Solikin (kiri) dalam laga eksebisi melawan Persekap Pasuruan di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, 13 September 2015. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Pesepak bola Persebaya Surabaya, Solikin (kiri) dalam laga eksebisi melawan Persekap Pasuruan di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, 13 September 2015. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya – Kendati di lapangan dualisme Persebaya Surabaya sudah berakhir dengan kesediaan salah satu pihak mengubah nama menjadi Bonek FC, namun di ranah pengadilan urusan tersebut masih alot.

    Sidang  gugatan PT Persebaya Indonesia kepada PT Mitra Muda Inti Berlian sebagai tergugat I dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia sebagai  tergugat II kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa, 27 Oktober 2015.

    Namun sidang dengan agenda pembacaan putusan sela itu ditunda lantaran hakim belum siap dengan materinya. Putusan sela itu sebagai tanggapan atas eksepsi tergugat. Eksepsi  diajukan karena tergugat menganggap gugatan yang diajukan penggugat tidak sesuai dengan kompetensi absolut peradilan.

    Kuasa hukum PT Persebaya Indonesia Sunarno Edy Wibowo  optimististis memenangkan perkara. Sunarno membantah soal statuta hubungan legal formal dalam PSSI. “Kami sudah mengantongi Hak Kekayakan Intelektual dari Kementrian Hukum dan HAM,” ujarnya.

    Sunarno berharap, eksepsi tergugat ditolak sehingga persidangan tersebut bisa dilanjutkan hingga pokok perkara. Namun, apabila eksepsi diterima, kata dia, bukan wewenang Pengadilan Negeri Surabaya mengadili perkara tersebut.

    Sebelumnya, Persebaya 1927 yang dikelola PT Persebaya Indonesia mengajukan gugatan perdata kepada PT Mitra Muda Inti Berlian sebagai tergugat I pada tanggal 23 Maret 2015. Gugatan tersebut juga ditujukan kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia sebagai tergugat II.

    PT Persebaya Indonesia juga telah dinyatakan sebagai pengelola Persebaya oleh Kementerian Hukum dan HAM. Pada 22 September 2015, PT Persebaya Indonesia sudah menerima hak merek tentang nama dan logo yang digunakan. Sunarno yakin PT Persebaya Indonesia akan memenangkan sengketa dualisme Persebaya.

    S. J. SYAHFAUZIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.