Chelsea Tersingkir di Piala Liga, Mourinho Soroti 3 Hal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain West Ham, Diafra Sakho (kanan) berebut bola dengan pemain Chelsea,  Eden Hazard dalam laga Liga Primer Inggris di stadion Upton Park, London, 24 oktober 2015. AP/Matt Dunham

    Pemain West Ham, Diafra Sakho (kanan) berebut bola dengan pemain Chelsea, Eden Hazard dalam laga Liga Primer Inggris di stadion Upton Park, London, 24 oktober 2015. AP/Matt Dunham

    TEMPO.CO, Jakarta - Chelsea tersingkir dari babak keempat Piala Liga setelah kalah adu penalti di kandang Stoke City, Selasa malam, 27 Oktober 2015. Bermain imbang 1-1 di babak reguler, The Blues akhirnya kalah 5-4 dalam adu penalti setelah Eden Hazard gagal mencetak gol.

    Pelatih Chelsea, Jose Mourinho, tampak tenang setelah kegagalan timnya yang merupakan juara bertahan di kompetisi itu. Padahal kegagalan itu kian memperberat beban dia. Sebagai juara bertahan di Liga Primer, mereka kini terpuruk di posisi ke-15, sehingga belakangan Mourinho gencar dikabarkan akan dipecat.

    Saat bicara dengan pers seusai laga, Mourinho setidaknya menyoroti tiga hal. Pertama, ia tak menyalahkan Hazard atas kegagalan timnya. "Saya ingat, dalam beberapa adu penalti, Arjen Robben, Cristiano Ronaldo, dan Kaka pernah meleset. Kini hal sama terjadi pada penendang penalti terbaik kami," katanya. "Saya tak pernah menyalahkan pemain karena gagal penalti."

    Kedua, Mourinho menyatakan tak panik dengan kegagalan timnya mempertahankan gelar juara.  "Saya senang dengan performa kami. Saya bisa berlibur pada Rabu dengan tanpa masalah. Saya pikir kami bermain bagus. Kami bermain menyerang dan bisa unggul tiga-empat gol di babak pertama," ucapnya. "Kami tersingkir dengan sedih, tapi juga merasa positif. Lebih sulit saat Anda main buruk dan kalah ketimbang main baik dan kalah. Para pemain pasti frustrasi karena tak meraih hasil yang semestinya."

    Mourinho juga mengaku tak peduli dengan omongan orang. "Beberapa bulan lalu, kami menjadi juara dengan memenangi sedikit laga. Saat itu orang-orang mengatakan ada hal yang lebih penting ketimbang hasil. Kini orang justru menuturkan hasil adalah segalanya. Itu kontradiksi," ujar pelatih asal Portugal ini.

    Ketiga, dalam kesempatan itu, Mourinho juga membela para pemainnya yang banyak mendapat kritikan. "Apa yang ditulis dan dikatakan orang-orang sangat buruk dan tidak menghormati. Mungkin para pemain saya mirip mereka saat masih jadi pemain. Yang sebenarnya tidak, pemain saya melakukan segala yang mereka bisa."

    SOCCERWAY | NURDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.