Liverpool Lawan Bournemouth, Klopp Revolusi Mental Pemain  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juergen Klopp mengawali debutnya bersama Liverpool saat bertandang ke kandang Tottenham Hotspur dalam lanjutan Barclays Premier League di White Hart Lane, Inggris, 17 Oktober 2015. Pelatih asal Jerman ini resmi ditunjuk sebagai manajer anyar the Reds menggantikan Brendan Rodgers, yang dipecat awal musim ini. Action Images via Reuters/John Sibley

    Juergen Klopp mengawali debutnya bersama Liverpool saat bertandang ke kandang Tottenham Hotspur dalam lanjutan Barclays Premier League di White Hart Lane, Inggris, 17 Oktober 2015. Pelatih asal Jerman ini resmi ditunjuk sebagai manajer anyar the Reds menggantikan Brendan Rodgers, yang dipecat awal musim ini. Action Images via Reuters/John Sibley

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerja pelatih baru Liverpool, Juergen Klopp, ternyata tak hanya mengurusi taktik dan strategi permainan di lapangan. Dia juga harus melakukan revolusi mental terhadap para pemainnya.

    Penyebabnya mental para pemain Liverpool, disebut Klopp, tidak begitu bagus. ”Setelah kebobolan, mereka seperti menghadapi kiamat. Padahal dunia belum berakhir,” katanya.

    Yang dimaksud Klopp adalah peristiwa yang terjadi ketika Liverpool ditahan imbang Southampton. Setelah gawang Simon Mignolet koyak oleh pemain Southampton, Saido Mane, mental para pemainnya langsung drop.

    ”Saya berharap saya bukan satu-satunya orang di stadion yang berpikir ini bukanlah akhir dari segalanya. Kami bisa melanjutkannya,” ujar Klopp.

    Kata-kata Klopp tak salah. James Milner, 35 tahun, sang kapten, membenarkan pendapat bosnya itu. ”Hal tersebut semestinya harus kami atasi dan memastikan tidak akan menjadi masalah,” ucapnya. ”Secara mental, kami tidak memiliki reaksi untuk membalasnya setelah Southampton mencetak gol.”

    Christian Benteke, yang mencetak gol dalam pertandingan itu, merasakan hal serupa. Menurut dia, teman-temannya mengalami frustrasi karena seharusnya mereka bisa meraih tiga poin.

    ”Kami membiarkan mereka mendapatkan peluang dan akhirnya mereka mencetak gol,” kata pemain yang dibeli dari Aston Villa dengan harga 32 juta pound sterling itu.

    Liverpool memang harus segera tutup buku dengan kegagalan saat melakoni pertandingan melawan Southampton itu. Anak muda bilang pasukan Klopp harus segera move on.

    Tak banyak waktu, Kamis dinihari nanti di Anfield, The Reds akan kedatangan Bournemouth di babak 16 besar Piala Liga. Meraih kemenangan, setelah tiga kali bermain seri, adalah sebuah keharusan.

    Peluang itu terbuka lebar. Bournemouth baru saja dihajar Tottenham Hotspur dengan skor 5-1 di Liga Primer. Liverpool semestinya tidak memberi jeda untuk lawan yang masih terhuyung itu.

    Namun, seperti kata Klopp, fisik dan taktik saja tidaklah cukup. Timnya harus memiliki mental yang kuat untuk menghadapi pertandingan ini.

    Para pemain Liverpool mengaku siap menghadapi pertandingan ini. ”Kini apa yang harus kami lakukan adalah meraih kemenangan. Saya kira kami tidak terlalu jauh dari kemenangan. Kini adalah saatnya,” ujar Benteke, yang juga mencetak gol kemenangan Liverpool atas Bournemouth di Liga Primer, 17 Agustus lalu.

    MIRROR | BBC | IB


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.