Klopp Datang, Manajer Asli Inggris Kian Terpinggirkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih baru Liverpool, Juergen Klopp bertepuk tangan ke hadapan para pendukungnya usai berakhir memimpin pertandingan melawan Tottenham Hotspur di stadion White Hart Lane, London, Inggris, 17 Oktober 2015. (Michael Regan/Getty Images)

    Pelatih baru Liverpool, Juergen Klopp bertepuk tangan ke hadapan para pendukungnya usai berakhir memimpin pertandingan melawan Tottenham Hotspur di stadion White Hart Lane, London, Inggris, 17 Oktober 2015. (Michael Regan/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedatangan Juergen Klopp di Liverpool justru mengancam masa depan manajer asal Inggris yang mendambakan bekerja dan berkarya di Premier League, kata bos Bournemouth Eddie Howe.

    Howe mengatakan kedatangan Klopp yang berpaspor Jerman makin menyulitkan para manajer asal Inggris untuk mendapatkan pekerjaan di Premier League, sebagaimana dikutip dari laman FourFour Two.

    Kini hanya tinggal tujuh manajer asal Inggris yang bekerja di 20 klub Premier League setelah Klopp menggantikan Brendan Rodgers di Liverpool dan Tim Sherwood dipecat dari Aston Villa.

    Bournemoth akan segera menghadapi Liverpool dalam laga putaran keempat Piala Liga yang akan digelar pada Rabu (28/10).

    "Saya berpendapat bahwa para pelatih asal Inggris kini makin sulit mendapatkan pekerjaan di klub papan atas seiring perjalanan waktu," kata Howe.

    "Banyak manajer asing keluar dan masuk. Ini makin menyulitkan para manajer asal Inggris. Ini juga merupakan tantangan bagi kami untuk membuktikan diri bahwa kami cukup mampu juga."

    "Faktanya menunjukkan bahwa sepak bola modern lahir dari negeri ini. Pola permainan yang baru dalam sepak bola lahir dari negeri ini...Juergen manajer yang memiliki reputasi gemilang. Ia mampu memberi banyak hal yang luar biasa dalam sepak bola."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.